Nuclear fusion claim
Mari belajar Bahasa Inggris dalam dua bahasa dengan menyimak dua berita dari BBC Indonesia.
Topik pertama adalah tentang pernyataan Korea Utara atas kesuksesan penciptaan teknologi peleburan nuklir dan yang kedua adalah manfaat kafein dalam mengurangi kesalahan pekerja.
North Korea boasts nuclear fusion success

North Korea says it has succeeded in creating a nuclear fusion reaction, which could produce a cheap and abundant source of energy.
Leading industrial countries have failed to make fusion commercially viable.
The North compared the new energy to an artificial sun which it said had been created to mark the birthday of the founder of the state, the late Kim Il-sung.
Scientists have cast doubt on the North Korean claim.
Korea Utara serukan kesuksesan peleburan nuklir
Korea Utara mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil menciptakan sebuah reaksi fusi nuklir, yang mampu menghasilkan sumber energi yang murah dan berlimpah.
Negara-negara industri maju telah gagal menjadikan fusi layak secara komersial.
Korea Utara membandingkan energi baru tersebut dengan matahari buatan yang menurut mereka diciptakan untuk menandai hari ulang tahun pendiri bangsa, Kim Il-sung.
Ilmuwan menyatakan keraguan atas pernyataan Korea Utara tersebut.
Caffeine reduces mistakes by drowsy workers
A new study suggests that a shot of caffeine can reduce the number of potentially disastrous mistakes made by drowsy shift workers.
Researchers from the London School of Tropical Medicine say a series of trials showed that caffeine improved performance in various tests, including those of memory, attention, perception and reasoning.
The caffeine was taken in the form of coffee, pills, energy drinks or caffeinated foods.
However the tests were done with people aged between twenty and thirty, it's not clear whether caffeine works for older people.
Kafein kurangi kesalahan oleh pekerja yang mengantuk

Sebuah hasil penelitian menyatakan bahwa seteguk kafein dapat mengurangi jumlah kesalahan fatal yang mungkin dilakukan oleh pekerja yang mengantuk.
Peneliti dari London School of Tropical Medicine mengatakan bahwa sejumlah percobaan menunjukan bahwa kafein meningkatkan performa di berbagai tes, termasuk ingatan, perhatian, persepsi dan pemikiran.
Kafein diperoleh dari kopi, pil, minuman berenergi atau makanan yang mengandung kafein.
Namun, berbagai tes tersebut dilakukan pada orang-orang yang berusia antara 20-30 tahun, tidak jelas apakah kafein akan bekerja untuk orang berusia lebih tua.





























