Menlu harap krisis Mesir berakhir damai

Marty Natalegawa
Keterangan gambar, Menlu telah mendapat konfirmasi dari PBB dan Australia tentang Imanda
Telah diterbitkan

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa berharap agar krisis politik Mesir dapat diselesaikan secara damai.

Selama ini Indonesia memiliki hubungan baik dengan Mesir, dan memiliki pengalaman krisis politik yang sama sekitar 10 tahun yang lalu.

"Indonesia berharap Mesir dapat mengatasi masalah yang terjadi dalam beberapa hari ini dengan baik," tambah Marty.

Selain itu, pemerintah juga terus memantau perkembangan politik di Mesir, sebab menurut Marty, kondisi di Mesir memiliki implikasi yang sangat luas.

"Tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga memiliki dampak yang sangat luas bagi negara-negara lain." kata Marty.

Apalagi selama ini, Mesir memiliki peranan penting di Liga Arab, Organisasi Konferensi Islam OKI dan dalam perundingan damai di Timur Tengah.

Marty menambahkan pemerintah terus mengantisipasi dan memperhatikan perkembangan di Mesir dan implikasinya, serta bagaimana antisipasi yang akan dilakukan pemerintah Indonesia.

Bersama dengan negara-negara ASEAN, Indonesia juga melakukan kerjasama terutama dalam perlindungan warga negara yang berada di Mesir.

WNI di Mesir

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memastikan tidak ada WNI yang tewas dalam kerusuhan di Mesir.

Sebelumnya, dalam pemberitaan media lokal, disebutkan WNI bernama Imanda Amalia tewas di Mesir.

Disebutkan juga Imanda merupakan staf Badan PBB, United Nations relief and Works Agency, UNRWA yang bertugas di Mesir. Menurut Marty, Kementrian Luar negeri telah melakukan konfirmasi kepada Kantor PBB di New York dan Jakata, perwakilan UNRWA di Kairo dan Amman Yordania, dan tidak ada WNI yang bernama Imanda Amalia yang bekerja di badan PBB.

Selain itu, pemerintah juga meminta konfirmasi dari Pemerintah Australia tentang warga negara mereka yang bernama Imanda Amalia. Sebab dalam pemberitaan media disebut-sebut Imanda bukan WNI melainkan warga Australia.

"Tadi pagi kami saudah dapat konfirmasi dari pemerintah Australia, bahwa nama tersebut tidak ada sebagai daftar Warga Negara Australia, kita ambil hikmahnya, kita berupaya cari tahu permasalahan ini," kata Marty Natalegawa.

Sementara itu, evakuasi terhadap WNI yang berada di Mesir terus dilakukan, sambil menunggu perkembangan di sana.

Sebelumnya, pemerintah menyebutkan WNI di Mesir berjumlah 6.000 orang dan 4.000 diantaranya adalah pelajar. Pemerintah mengirim pesawat untuk mengevakuasi WNI yang berada di Mesir. Rabu lalu, sekitar 400 orang WNI telah tiba di Jakarta. Pada jumat ini rombongan kedua akan tiba di Indonesia.