Demo mendukung demokrasi di Libia

Sumber gambar, Reuters
Ribuan orang berunjukrasa di Jakarta hari Minggu (27/3) mendukung gerakan demokrasi di Libia, Yaman, dan Bahrain.
Mengenai Libia, massa menuntut pemimpin Libia Kolonel Muammar Gaddafi segera lengser dan perlindungan bagi warga sipil di sana.
Namun, massa yang digalang oleh Partai Keadilan Sejahtera itu juga menyatakan penentangan terhadap serangan udara koalisi yang telah membantu pemberontak bisa merebut beberapa kota kecil penting di Libia.
Setelah berpawai, massa berkumpul untuk menghadiri rapat umum yang dinamai Krisis Timur Tengah di kawasan Silang Monas.
Anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan kepada massa bahwa kediktatoran Gaddafi harus dilengserkan untuk menghentikan tragedi kemanusiaan.
''Yang sedang terjadi di Libia dan Timur Tengah pada umumnya adalah tragedi kemanusiaan,'' kata Hidayat.
Namun, dia juga mengecam pemberlakukan zona larangan terbang di Libia oleh militer Inggris, Prancis dan Amerika Serikat yang dilakukan atas mandat resolusi Dewan Keamanan PBB.
''Yang terjadi, tidak satu pun pesawat tempur Libia ditembak jatuh, sebaliknya warga sipil diserang oleh pesawat tempur Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.
Meski pemerintah Libia menyatakan sekitar 100 warga sipil tewas akibat serangan pasukan koalisi, belum ada pengukuhan independen mengenai korban jiwa sipil.
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengutuk serangan Amerika dan sekutunya terhadap pos pertahanan udara Libia yang menelan korban.
"Kita mengutuk serangan sekutu terhadap Libia. Itu adalah cara-cara biadab," kata Said di sela-sela Rapat Pleno Muktamar NU di Pondok Pesantren Al-Munawir, Krapyak, Yogyakarta, Minggu, 27 Maret 2011, seperti dikutip Vivanews.





























