Obama perintah keamanan ketat

Umar Abdul Mutallab pernah belajar di Inggris
Keterangan gambar, Umar Farouk Abdul Mutallab pernah belajar teknik di Inggris
Telah diterbitkan

Presiden Amerika Serikat Barak Obama memerintahkan peninjauan keamanan udara setelah seorang pria Nigeria mencoba meledakkan jet lintas Atlantik pada hari Natal.

Juru biacara Robert Gibbs mengatakan presiden ingin tahu bagaimana seorang pria yang membawa zat berbahaya PETN bisa naik ke pesawat di Amsterdam.

Ia mengatakan sistem daftar-pantau juga akan dipelajari setelah didapat kabar bahwa pria itu sudah terdaftar dan diketahui para petugas.

Catatan AS tentang Umar Farouk Abdulmutallab yang berusia 23 tahun itu dibuat bulan lalu.

Gibbs mengatakan kepada ABC News bahwa peninjauan itu pertama-tama akan mempelajari sistem daftar-pantau yang digunakan oleh badan-badan pemerintah, yang termasuk tiga daftar yang menjadi pendek secara progresif sementara bahayanya meningkat.

'Zat berbahaya'

Abdulmutallab ditempatkan di daftar bahaya rendah oleh pihak berwenang AS pada bulan November 2009 bersama dengan 550.000 orang lainnya.

Pada tanggal 24 Desember, Abdulmutallab terbang dari Nigeria ke Amsterdam dan kemudian ke Detroit dengan bahan peledak melekat di badannya.

Tak lama menjelang pesawat mendarat, dia mencoba meledakkan bahan peledak yang berada di bawah selimut tetapi dia dilumpuhkan oleh para penumpang dan awak pesawat.

Gibbs mengataan "kemampuan deteksi udara" juga akan dipelajari sebagai bagian dari peninjauan itu.

"Presiden meminta Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk menjelaskan persoalan yang sangat mendasar tentang bagaimana seseorang dengan bahan yang berbahaya seperti PETN bisa naik ke pesawat di Amsterdam."

Dalam penjelasan di acara ABC News juga, Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano mengatakan tidak ada indikasi bahwa Abdulmutallab adalah bagian dari komplotan teror yang luas.

"Pada saat ini kami tidak memiliki indikasi bahwa aksi itu merupakan bagian dari sesuatu yang lebih besar. Tetapi penyelidikan akan berlanjut. Dan kami telah memberlakukan screening yang lebih ketat dan juga apa yang kami sebut langkah mitigasi di bandara-bandara," kata Napolitano.