Yaman mengaku bantuan tak cukup

Yaman
Keterangan gambar, Pemerintah Yaman juga harus menangani konflik di utara dan selatan
Telah diterbitkan

Yaman mengatakan tidak mendapat cukup bantuan dari Barat dalam menangani al-Qaida.

Menteri Luar Negeri Yaman Abu Bakr al-Qirbi mengatakan kepada BBC bahwa negaranya memiliki kemauan dan kemampuan untuk menangangi al-Qaida namun kurang mendapat bantuan.

Dalam wawancara dengan BBC Radio 4, Abu Bakr al-Qirbi mengatakan konflik dengan al-Qaida merupakan prioritas pemerintah walaupun pada saat yang bersamaan terlibat konflik dengan pemberontak Syiah di kawasan utara dan kelompok separatis di selatan.

"Yaman mendapat bantuan dalam konflik itu namun tidak cukup," tambah al-Qirbi.

"Kami butuh latihan lebih banyak. Kami harus mengembangkan unit antiterorisme dan ini berarti memberi mereka latihan yang dibutuhkan, peralatan militer, dan sarana transportasi. Kami menghadapi kekurangan helikopter."

"Amerika Serikat bisa membantu banyak, Inggris, dan Uni Eropa juga bisa banyak membantu dalam hal tersebut,'' tambahnya.

Sudah didakwa

Dia juga memperkirakan sekitar 200-300-an anggota al-Qaida beroperasi di Yaman dan mungkin merencanakan serangan lain, walau menegaskan jumlah anggota al-Qaida itu didasarkan pada perkiraan kasar semata.

Pernyataan ini muncul di tengah semakin terbukanya rincian tentang pemuda asal Nigeria yang mencoba meledakkan pesawat yang akan mendarat di Detroit, Amerika Serikat, pada Hari Natal.

Pihak berwenang Yaman mengatakan Umar Farouk Abdulmutallab, yang berusia 23 tahun, tinggal di Yaman sejak Agustus hingga awal Desember.

Dia belajar di lembaga bahasa Arab di Yaman sebelum menuju ke Ethiopia.

Cabang jaringan al-Qaida yang bermarkas di Yaman sudah menyatakan mereka yang merencanakan serangan tersebut.

Abdumutallab tercatat belajar di lembaga bahasa Arab di Yaman
Keterangan gambar, Abdumutallab tercatat belajar di lembaga bahasa Arab di Yaman

Abdulmutallab kini sudah didakwa dengan upaya meledakaan pesawat jenis A330 milik Northwest Airlines dari Amsterdam ke Detroit yang membawa 300 penumpang.

Dia ditahan di penjara pemerintah federal di negara bagian Michigan.

Serangan balasan

Laporan-laporan menyebutkan dia sudah mengatakan kepada para penyelidik FBI bahwa jaringan al-Qaida di Yaman yang memasok bom kepadanya dan banyak orang lain seperti dia yang akan segera melancarkan serangan serupa.

Dalam beberapa pekan belakangan ini, Yaman melancarkan operasi besar-besaran terhadap al-Qaida dengan dukungan Amerika Serikat karena kekhawatiran negara itu akan menjadi tempat pelatihan bagi militan.

Hari Senin, ada pernyataan dari al-Qaeda di sebuah situs internet yang mengatakan serangan di Detroit merupakan balasan atas aksi Amerika menyerang posisi-posisi anggota al-Qaida.

Dalam pernyataan itu terlihat foto Abdulmutallab di depan bendera al-Qaida.

Stasiun TV ABC melaporkan mereka yang diduga akan melakukan serangan adalah dua orang yang dibebaskan dari Teluk Guantanamo pada November 2007.