Inggris pasang pemindai tubuh

Pemindai seluruh tubuh
Keterangan gambar, Bandara Heathrow segera pakai alat pemindai seluruh tubuh
Telah diterbitkan

Perdana Menteri Inggris telah mendapat lampu hijau untuk memasang alat pemindai seluruh tubuh penumpang di berbagai bandar udara Inggris.

Otoritas Bandara Inggris (BAA) yang mengelola enam bandara di negeri itu mengatakan segera memasang alat tersebut di Bandara Internasional Heathrow.

Namun, para pakar mempertanyakan efektifitas alat pemindai ini terutama untuk mendeteksi jenis bom yang digunakan dalam percobaan peledakan pesawat yang gagal di Detroit, Amerika Serikat pada hari Natal lalu.

Akibat insiden ini, pemerintah Amerika Serikat memberlakukan pemeriksaan lebih ketat kepada para penumpang dari negara-negara yang dicurigai terkait dengan terorisme.

Berbicara dalam acara bincang-bincang Andrew Marr Show di BBC, PM Gordon Brown mengatakan pemerintah Inggris dengan sekuat tenaga memperketat pengamanan bandara untuk mencegah terulangnya insiden di Amerika Serikat.

Pemeriksaan koper

Dalam insiden hari Natal itu, seorang warga Nigeria Umar Farouk Abdulmutallab ditahan pihak berwenang karena dituduh akan meledakkan sebuah pesawat terbang milik maskapai Amerika Serikat, Northwest Airlines.

PM Brown mengatakan alat pemindai tubuh ini akan diperkenalkan secara bertahap kepada para penumpang. Selain itu, pemeriksaan terhadap barang bawaan dan koper penumpang juga akan lebih ketat. Brown menambahkan pemeriksaan ini juga berlaku untuk para penumpang transit dan pindah penerbangan.

Gordon Brown
Keterangan gambar, PM Gordon Brown janji memperketat keamanan bandara

Saat ini, tidak semua penumpang harus menjalani pemindaian seluruh tubuh yang sudah diberlakukan di beberapa negara itu. Para penumpang yang tidak menjalani pemindaian adalah para penumpang transit karena terkait masalah biaya dan waktu pemeriksaan.

"Menurut kami, kombinasi antara teknologi, data intelijen dan profil penumpang sangat berguna untuk membangun sistem keamanan yang lebih baik dalam menghadapi ancaman terorisme penerbangan yang terus berubah dan sulit diprediks," kata seorang juru bicara BAA.

Sang juru bicara menambahkan sejauh ini belum ada keputusan resmi penumpang mana saja yang harus menjalani proses pemindaian tubuh ini. Sayangnya dia menolak memberi keterangan lebih rinci soal bandara mana saja yang akan menggunakan alat ini, biaya yang dikeluarkan dan kemungkinan terganggunya penumpang akibat proses pemindaian ini.

Rencana pemerintah memasang alat pemindai tubuh ini disambut baik para politisi Demokrat Liberal. Juru bicara urusan dalam negeri Chris Huhne menegaskan alat ini kemungkinan besar akan segera dioperasikan.

Penggeledahan tubuh

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menjanjikan akan segera memperbaiki sistem keamanan penerbangan setelah gagalnya peledakan Nortwest Airlines penerbangan Amsterdam - Detroit pada hari Natal lalu.

Sejumlah laporan mengatakan pamerintah Amerika akan melakukan pemeriksaan tubuh menyeluruh dan pemeriksaan barang bawaan kepada para penumpang asal Nigeria, Pakistan, Suriah, Sudan, Yaman dan Kuba yang masuk ke negeri Paman Sam itu.

Editor majalah Keamanan Penerbangan Internasional, Philip Baum mengatakan alat pemindak bukanlah satu-satunya solusi mencegak aksi terorisme di pesawat terbang. Upaya pencegahan aksi terorisme paling baik, kata Baum, adalah mengetahui profil para penumpang pesawat.

"Faktanya setiap orang bisa membuat bom dalam sebuah toko bebas bea di bandara setelah lolos dari alat pemindai tubuh. Berdasarkan hal itu, maka yang harus kita ketahui adalah apa latar belakang para penumpang itu bukan sekadar mengetahui barang bawaan mereka," papar Baum.

Akhir pekan lalu, PM Gordon Brown mengumumkan telah memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap semua sistem keamanan dan meminta hasil evaluasi itu dalam beberapa hari ini.

Alat pemindai tubuh seharga £80.000, yang memunculkan citra "telanjang" para penumpang, akan menggantikan prosedur pemeriksaan tubuh total.

Alat ini bekerja dengan cara memantulkan gelombang elektronik kepada para penumpang saat mereka berdiri di dalam kamar pemindaian. Kemudian hasil pemantulan energi itu akan memunculkan citra tiga dimensi sang penumpang.

Cara kerja alat ini menimbulkan keprihatinan sejumlah pihak terutama seputar privasi penumpang. Sejumlah kalangan mengatakan alat ini sama saja dengan "menelanjangi" para penumpang.

Alat pindai ini tengah dicoba di Bandara Manchester setelah sebelumnya dicoba di Bandara Heathrow, London antara tahun 2004-2008. Alat ini juga telah dipergunakan di 19 bandara di Amerika Serikat.