Korut diminta perbaiki HAM

Korea Utara
Keterangan gambar, Program nuklir Korea Utara menyebabkan ketegangan di kawasan
Telah diterbitkan

Korea Utara harus memperbaiki kondisi hak asasi manusia yang "buruk" jika ingin memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat.

Utusan khusus Amerika Serikat bidang hak asasi manusia untuk Korea Utara Robert King sedang berkunjung secara resmi ke Korea Selatan.

Dalam sebuah editorial Tahun Baru di media massa, Korea Utara meminta diakhirinya permusuhan dengan Amerika Serikat.

King juga menegaskan bahwa orang yang lari dari Korea Utara harus diakui sebagai pengungsi.

Banyak orang yang masuk ke Cina tertangkap dan kemudian dikirim pulang ke Korea Utara sebagai migran ekonomi.

'Buruk'

"Ini adalah satu satu tempat terburuk dalam arti hak asasi manusia. Situasinya buruk," ujar King dalam kunjungan pertama pencarian fakta di Korea Selatan.

"Seperti kami katakan dalam berbagai kesempatan, hubungan antara Amerika Serikat dan Korea Utara harus melibatkan hak asasi manusia," kata King sesudah bertemu Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yu Myung-Hwan.

"Untuk memperbaiki hubungan antara Amerika Serikat dan Korea Utara harus melibatkan penghargaan lebih besar terhadap hak asasi manusia oleh Korea Utara. Itulah salah satu syarat penting," katanya.

King menegaskan, hak asasi manusia itu harus ditangani sebagai bagian dari perundingan perlucutan senjata enam pihak.

Utusan khusus nuklir Amerika Serikat untuk Korea Utara Stephen Bosworth mengunjungi Korea Utara bulan lalu untuk membujuknya agar kembali ke meja perundingan.

Bulan lalu, Badan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa mendengarkan tuntutan negara-negara Barat supaya Korea Utara terbuka bagi organisasi internasional dan lembaga pemantau.

Negara-negara Barat juga memprihatinkan soal "pelanggaran hak asasi manusia serius" termasuk laporan-laporan tentang buruh anak, eksekusi, penyekapan tahanan politik dan penyiksaan.

Wakil Korea Utara membantah tuduhan itu sebagai sesuatu yang "dibuat-buat".