Pasukan AS dikerahkan ke Haiti

Amerika Serikat mengirimkan ribuan personel militer untuk membantu para korban gempa bumi di Haiti.
Sebanyak 3.500 tentara dan 2.200 anggota Korps Marinir akan dikirim, sedangkan gelombang pertama pasukan dari Divisi Lintas Udara akan segera tiba.
Pencarian korban selamat di Haiti sendiri berlanjut, namun tim penolong memiliki peralatan angkat dengan jumlah terbatas dan sering harus menggunakan tangan kosong.
Puluhan ribu orang dikhawatirkan meninggal dan sebanyak tiga juta lagi mengalami dampak gempa.
Wartawan BBC mengatakan bahwa situasi semakin memprihatinkan, sementara baru sedikit bantuan masuk.
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan bencana tersebut "tidak terbayangkan" dan menjanjikan bantuan jangka panjang.
Jelas bahwa banyak korban cedera yang diangkut ke L'Hopital de la Paix di ibukota Port-au-Prince kemudian meninggal di rumah sakit tersebut. Seorang pria tampak menitikkan air mata dan menunjuk ke arah putrinya yang masih kecil tergeletak di lantai yang kotor.
Kedua kaki bocah perempuan itu patah dan ada luka menganga di kepalanya. Saudara sudah terlebih dahulu meninggal.
Kontingen pertama Amerika yang berkekuatan 100 orang dari Lintas Udara 82 diperkirakan tiba Kamis malam waktu setempat, sedangkan ratusan lain akan sampai paling lambat hari Jumat.
Mereka akan bergabung dengan tim penolong Haiti dan negara lain yang sudah berada di lapangan.
Beradu cepat

Lembaga-lembaga bantuan mengatakan mereka harus berpacu dengan waktu untuk bisa menemukan korban selamat di bawah puing-puing bangunan dan ini merupakan prioritas pertama upaya pertolongan.
Mesin berat dan anjing pelacak sangat diperlukan untuk menemukan dan mengeluarkan para korban yang terjebak. Persediaan obat, makanan dan air terbatas.
Elisabeth Byrs dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan: "Prioritas adalah menemukan korban selamat. Kami adu cepat dengan waktu."
Pimpinan Medecins du Monde Olivier Bernard, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa bantuan harus tiba paling lambat Kamis malam.
"Untuk menyelamatkan nyawa, pembedahan harus tersedia idealnya dalam masa 48 jam pertama," kata dia.
Asisten dokter Jimitre Coquillon mengatakan kepada Associated Press: "Ini jauh lebih parah daripada badai. Tidak ada air. Tidak ada apa-apa. Orang kehausan akan mati."
Beberapa pesawat bantuan Amerika dan tim Cina yang beranggotakan 50 personel lengkap dengan anjing pelacak telah mendarat di bandara yang melayani ibukota Haiti, Port-au-Prince.
Beberapa pesawat lain yang membawa tenaga penolong dan pasok bantuan tengah dalam perjalanan dari Uni Eropa, Kanada, Rusia dan Amerika Latin.
Tim penolong dari Inggris dengan mesin berat dan anjing bertolak ke Haiti melalui Republik Dominika.
Pertolongan 'agresif'

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan "bangsa of Haiti akan mendapatkan dukungan penuh Amerika Serikat" dalam kampanye pertolongan yang dia gambarkan "agresif".
Menlu Hillary Clinton membatalkan kunjungan ke Asia untuk menangani krisis. Dia mengatakan, ada puluhan ribu korban di Haiti dan puluhan ribu bangunan ambruk.
"Ini akan menjadi upaya bantuan jangka panjang," katanya.
Suaminya Bill Clinton, yang dipercaya menjadi utusan khusus PBB untuk Haiti, mengatakan kepada koran Washington Post bahwa gempa yang melanda Haiti "salah satu bencana darurat kemanusiaan hebat dalam sejarah Kawasan Amerika".
Bank Dunia menanggung bantuan darurat 100 juta dollar.
Sementara itu, Program Pangan Dunia mempersiapkan pasokan 15.000 ton pangan dan Palang Merah mulai melancarkan imbauan untuk menggalang dana 10 juta dollar.
Bantuan sangat diperlukan, mengingat saat ini tidak ada koordinasi pertolongan.
Presiden Haiti Rene Preval tidak bisa memberikan taksiran resmi jumlah korban jiwa, dan mengatakan: "Entahlah...hingga sekarang, saya dengar 50.000...30.000."
Dia menuturkan bagaimana dia berjalan di atas mayat para korban dan mendengar ratapan orang-orang yang terjebak di gedung parlemen.





























