Korban gempa Haiti bertambah

Haiti Victims
Keterangan gambar, Puluhan ribuan korban masih tertimbun.
Telah diterbitkan

Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk mencari korban gempa yang kemungkinan masih bisa diselamatkan, sementara Palang Merah memperkirakan sekitar 50.000 orang tewas dalam bencana gempa di Haiti.

Tim bantuan dari negara-negara lain juga mulai mengerahkan bantuan.

AS mengirimkan lebih dari 5.000 tentara dan Presiden Barack Obama sudah menjanjikan upaya bantuan terbesar dalam sejarah AS dengan menyebut Haiti "tidak akan dilupakan''.

Dia berjanji akan mengerahkan semua elemen pemerintahannya untuk membantu Haiti.

"Kepada rakyat Haiti, kami tegaskan kalau kalian tidak akan diabaikan, kalian tidak akan dilupakan,'' katanya.

Namun dia mengingatkan rakyat Haiti untuk bersabar karena upaya bantuan ini memerlukan waktu untuk tiba di lokasi gempa.

Obama juga menjanjikan bantuan sebesar US$ 100 juta untuk menanggulangi gempa. Dana itu akan bertambah dalam beberapa tahun mendatang untuk bantuan pembangunan kembali Haiti.

Bersama dengan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Brasil serta Kanada dan negara lainnya akan mengupayakan pembangunan kembali Haiti pasca gempa.

'Kerusakan'

Haiti Aids
Keterangan gambar, Bantuan negara asing mulai berdatangan ke Haiti

Lembaga bantuan mengatakan saat ini tengah berpacu dengan waktu untuk mencari orang yang diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Mereka mengatakan memerlukan makanan, air, perlengkapan medis, dan alat pengangkut.

Kordinator lembaga bantuan darurat PBB John Holmes mengatakan tim SAR kini mulai berdatangan di Haiti.

"Mereka sudah mulai bekerja, saya harap ini akan banyak membantu. Setiap jam dihitung sebagai upaya untuk mencari korban, seperti yang anda ketahui,'' katanya.

"Dan tentu kami berupaya memberikan bantuan medis secepatnya tapi sangat jelas kalau fasilitas lokal mengalami kerusakan. Kami butuh lebih banyak dokter, rumah sakit darurat, dan perlengkapan medis lainnya''.

Palang Merah memperkirakan lebih dari tiga juta orang di Haiti terkena dampak gempa.

Banyak korban yang bermalam di tempat terbuka atau membangun tenda darurat di ibukota Port-au-Prince yang luluh lantak akibat gempa.

Perlu kordinator

Wartawan BBC di ibukota Port-au-Prince melaporkan Haiti membutuhkan banyak persediaan makanan, air dan obat-obatan, termasuk alat berat seperti bulldozer dan alat angkut lainnya.

Tapi nampaknya yang dibutuhkan negara ini adalah lebih dari sekadar bantuan saja, karena juga dibutuhkan seseorang yang bisa mengkordinasikan bantuan karena saat ini pemerintahan dalam keadaan lumpuh dan tidak mampu berbuat apapun.

Direktur rumah sakit Port-au-Prince mengatakan sejauh ini setidaknya 1.500 mayat menumpuk di dalam maupun di luar kamar jenazah, sementara polisi terus membawa lebih banyak jenazah lagi dengan truk terbuka.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengatakan jumlah pasti korban tewas baru bisa dipastikan dalam beberapa hari mendatang, tapi diperkirakan jumlahnya akan sangat tinggi.

Bank Dunia telah menyiapkan US$ 100 juta untuk bantuan darurat, sedangkan Badan Pangan Dunia, WFP akan menyediakan 15.000 bantuan pangan dan Palang Merah telah menyalurkan bantuan sebesar US$ 10 juta.