Penyerang Mumbai didakwa

Seorang pemimpin milisi Pakistan, mantan pemimpin tentara Pakistan, dan seorang lelaki asal Chicago didakwa dengan tuduhan berkomplot dalam penyerangan Mumbai 2008.
Ilyas Kashmiri, Abdur Rehman, dan Tahawwur Rana juga didakwa dengan tuduhan merencanakan penyerangan terhadap kantor surat kabar.
Jaksa di AS mengatakan latar belakang serangan ini berkaitan dengan koran Denmark yang memuat kartun Nabi Muhammad pada tahun 2006.
Pemuatan kartun itu sendiri menyebabkan kemarahan umat muslim sedunia dan banyak aksi protes yang berakhir dengan kekerasan di beberapa negara.
Oktober tahun lalu, Tahawwur Rana dan David Coleman Headley -keduanya berusia 49 tahun dan warga Chicago- ditahan dengan tuduhan merencanakan serangan ke luar negeri termasuk koran Denmark.
Tapi kedua lelaki tersebut membantah semua tuduhan.
Menyokong pendanaan

Kejaksaan AS juga mendakwa Abdur Rehman seorang pensiunan tentara Pakistan dan Ilyas Kashmiri, seorang pemimpin milisi pembangkang Lashkar-e-Taiba dengan tuduhan terlibat dalam perencanaan penyerangan Mumbai 2008.
Tapi keduanya tidak berada di dalam tahanan AS.
Abdur Rehman diyakini tinggal di Pakistan sementara Ilyas Kashmiri berada di kawasan Waziristan, Pakistan.
Sedangkan Rana, yang disebut-sebut sebagai keturunan Pakistan dan merupakan warga Kanada, telah ditahan di rumahnya 18 Oktober lalu.
Dia didakwa membantu rencana Headley dan menyokong pendanaan serangan Mumbai dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Headley, seorang Amerika keturunan Pakistan didakwa dengan enam tuduhan, antara lain membom sejumlah tempat umum di India, membunuh serta memutilasi orang di India dan Pakistan, memfasilitasi serangan teroris di luar negeri, dan menyokong dana untuk milisi Lashkar-e-Taiba.
Kejaksaan AS menyatakan Headley diketahui bepergian ke Denmark dua kali untuk merencanakan serangan ke kantor surat kabar Jyllands-Posten.
Headley -yang mengubah namanya menjadi Daood Gilani pada tahun 2006- ditangkap awal Oktober saat dia akan pergi ke Pakistan.
Dalam surat dakwaan juga diketahui kalau keberangkatannya ke Pakistan untuk bertemu anggota milisi Islam Lashkar-e-Taiba dan kelompok Harakat-ul Jihad Islami, sebuah kelompok jaringan al-Qaida.





























