Seberbahaya apakah Afrika Selatan?

Selama ini Afrika Selatan dikenal memiliki angka kejahatan yang tinggi, misalnya 18.000 kasus pembunuhan terjadi setiap tahunnya
Keterangan gambar, Selama ini Afrika Selatan dikenal memiliki angka kejahatan yang tinggi, misalnya 18.000 kasus pembunuhan terjadi setiap tahunnya
Telah diterbitkan

Ribuan turis dan penggemar sepakbola dari seluruh dunia akan hadir di Afrika Selatan mulai Juni nanti. Namun, satu pertanyaan besar yang menggantung di benak semua orang adalah seberapa berbahayakah negeri bernama Afrika Selatan itu?

Yang jelas, Afrika Selatan selama ini selalu diidentikan dengan angka kriminal yang tinggi. Dan anggapan miring itu, celakanya, didukung data dan fakta.

Setiap hari, setidaknya 50 orang terbunuh di negerinya Nelson Mandela ini. Dan setahun rata-rata 18.000 orang tewas akibat pembunuhan dan tercatat 18.000 kasus percobaan pembunuhan setiap tahunnya.

Hampir setiap hari kasus pembunuhan menghiasai wajah surat kabar Afrika Selatan. April lalu seorang pegiat supremasi kulit putih Eugene Terreblanche tewas dibunuh.

Dan awal bulan ini, giliran pemilik jaringan klub tari erotis Teazer Lolly Jackson yang menjadi korban pembunuhan. Jackson dibunuh di kediamannya Kempton Park, sedikit di luar Johannesburg yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2010.

Menjelang Piala Dunia dimulai, banyak surat kabar di dunia yang justru semakin gencar memberitakan soal masalah keamanan di Afrika Selatan.

Banyak surat kabar menulis tentang budaya gangster di Cape Town ditambah lagi maraknya kasus narkoba, perkosaan, perampokan dan pembunuhan yang jika di rata-rata terjadi setiap 25 menit.

Dengan data dan fakta yang menyeramkan ini, apakah para penggemar bola harus khawatir saat mengunjungi Afrika Selatan nanti?

Angka pembunuhan menurun

Di beberapa tempat angka kejahatan sangat tinggi
Keterangan gambar, Di beberapa tempat angka kejahatan sangat tinggi

Peneliti Senior untuk Program Hukum dan Kriminal Institut Penelitian Keamanan Afrika Selatan Johan Burger mengatakan dalam kenyataannya sangat rumit untuk menentukan situasi keamanan negeri itu.

Burger menegaskan sebenarnya angka kasus pembunuhan di Afrika Selatan terus menunjukkan tren menurun.

"Berbeda dengan perkiraan banyak orang, angka pembunuhan di negeri ini meski masih terbilang tinggi namun turun hingga 44% sejak 1995. Ini adalah angka yang sangat besar," kata Burger.

Latar belakang geografi dan sosial dalam penyebaran kasus-kasus pembunuhan juga harus diketahui para wisatawan asing.

"Apa yang penting untuk dipahami tentang angka kriminal Afrika Selatan yang tinggi adalah bahwa sekitar 80% kasus pembunuhan melibatkan orang-orang yang saling mengenal," papar Burger.

"Ada sesuatu yang salah di antara sebagian komunitas kami dalam kaitannya dengan interaksi sosial dan kondisi sosial," tambah dia.

Singkatnya, kawasan dengan masalah sosial tinggi bisa memiliki angka kasus pembunuhan lebih tinggi dari angka rata-rata nasional.

Sebagai contoh, sebuah kota kecil Kwa Masu di dekat Durban, Kwazulu Natal.

Kota ini dijuluki ibukotanya kasus pembunuhan Afrika Selatan dengan kasus 300 orang tewas terbunuh tahun lalu. Sebelumya, gelar ibukota pembunuhan adalah milik Nyanga, sebuah kota kecil di dekat Cape Town.

Dan kota-kota ini bukanlah tujuan utama wisatawan asing.

Johan Burger mengatakan penelitian soal angka kriminalitas biasanya dilakukan di kawasan-kawasan tertentu.

"Di beberapa kawasan angka pengangguran sangat tinggi. Kondisi ini memicu frustrasi warga dan pada titik tertentu menimbulkan kekerasan," kata Burger.

"Jarak antara miskin dan kaya masih sangat lebar dan kondisi itu dilihat sebagai sebuah kerugian salah satu kelompok."

"Ini bukan sekadar jarak, namun jarak ini sangat terlihat. Banyak daerah di negeri ini masih sangat tidak teratur. Situasi itu memicu ketidakpuasan warga. Dan terkadang warga melancarkan protes yang terkadang diwarnai kekerasan," tambah Burger.

Jadi apakah Afrika Selatan masih terlihat berbahaya?