Pakistan tutup akses YouTube

Protes di Pakistan menentang Facebook
Keterangan gambar, Protes di Pakistan atas kompetisi karikatur Nabi Muhammad di Facebook
Telah diterbitkan

Pemerintah Pakistan menutup akses YouTube karena isi situs video yang "semakin melanggar kesusilaan".

Pakistan melarang akses jaringan sosial Facebook sebagai bagian dari upaya menutup situs-situs yang dianggap tidak Islami.

Hari Rabu, pengadilan Pakistan memerintahkan untuk menutup Facebook untuk sementara dalam sengketa terkait kompetisi membuat karikatur Nabi Muhammad.

Sejumlah laporan media mengatakan bahwa Pakistan kini telah membatasi sejumlah halaman Wikipedia.

Belum ada tanggapan dari YouTube. Situs itu diblok di Pakistan tahun 2008 karena rekaman video yang dianggap menghina kaum Muslim.

Sejumlah laporan menyebutkan keberhasilan larangan di Pakistan ini masih harus dilihat dan apakah penduduk masih tetap mencari situs itu.

Facebook mengatakan telah menyelidiki kompetisi di situs mereka itu namun mengatakan isinya tidak melanggar peraturan.

Gelombang protes terjadi di beberapa kota Pakistan menentang kompetisi di Facebook tersebut.

'Penghinaan'

Departemen telekomunikasi Pakistan, PTA, mengatakan mereka telah memerintahkan jasa penyedia internet untuk "menutup" YouTube dan Facebook di Pakistan.

Larangan itu, menurut PTA termasuk "menggunakan Facebook dan YouTube untuk melakukan protes dan menerbitkan materi penghinaan".

Bahan-bahan seperti itu, menurut departemen tersebut semakin meningkat.

"PTA sejauh ini telah menutup lebih dari 450 link di internet yang mengandung materi penghinaan," kata pernyataan itu, dan menambahkan langkah tersebut merupakan tindak lanjut perintah pengadilan tinggi hari Rabu.

Sejumlah laporan menyebutkan tidak jelas seberapa jauh larangan ini akan diterapkan di kota-kota Pakistan. Larangan di Lahore hanya mencakup Facebook.

Facebook mengatakan dalam pernyataan hari Rabu: "Isi (kompetisi) tidak melangar peraturan kami, namun kami mengerti hal ini mungkin saja tidak legal di sejumlah negara."

"Dalam kasus-kasus seperti ini, pendekatan yang dapat dilakukan terkadang adalah membatasi isi di beberapa negara."