Menlu AS kunjungi Asia Timur

Hillary Clinton
Keterangan gambar, Menlu AS, Hillary Clinton membicarakan soal Korut
Telah diterbitkan

Menteri Luar Negreri Amerika Serikat telah tiba di Jepang untuk mengawali kunjungan panjang ke Asia.

Dalam kunjungannya kali ini, dia akan lebih banyak berbicara soal aksi yang dilakukan oleh Korea Utara terhadap tenggelamnya kapal perang Korea Selatan.

Penyelidik tenggelamnya kapal tersebut menyebutkan Korea Utara bersalah dalam peristiwa itu.

Dalam kunjungannya ke Jepang, Clinton akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang untuk membicarakan hubungan kedua negara dan juga masa depan keberadaan pangkalan militer Amerika di Pulau Okinawa.

Selain berkunjung ke Jepang, Clinton juga akan melakukan kunjungan ke Cina dan Korea Selatan.

Clinton melakukan kunjungan di tengah kondisi hubungan antara Korea Utara dan Selatan pasca keluarnya laporan internasional yang menyalahkan Korut terhadap peristiwa tengelamnya kapal perang Korsel pada Maret lalu.

Namun salah satu sekutu utama Korut, Cina meminta untuk menghentikan dan mengkaji ulang kritik terhadap Korut.

Sikap Cina bertolak belakang dengan Jepang, melalui Perdana Menterinya, Yukio Hatoyama, negera itu mengatakan penenggelaman kapal itu sebagai aksi yang "tidak bisa dimaafkan, dan tidak bisa dipercaya".

Jepang saat ini mewaspadai kemungkinan ancaman yang datang dari Korea Utara seperti yang dilaporkan Wartawan BBC di Tokyo, Roland Buerk.

Tahun lalu Jepang juga sempat bersitegang dengan Korut setelah uji coba peluru kendali yang dilakukan Pyongyang meluncur meelewati Jepang sebelum jatuh di perairan Pasifik.

Hatoyama mengatakan jika Korsel mengajukan desakan agar sanksi baru dijatuhkan terhadap Korut melalui Dewan Keamanan PBB, Jepang akan mendukungnya.

Perselisihan soal pangkalan

Kapal Korea Selatan
Keterangan gambar, Kapal Korea Selatan yang diduga tenggelam akibat aksi Korut

Clinton dan Menlu Jepang, Katsuya Okada serta PM Jepang, Yukio Hatoyama juga akan memmbicarakan soal pereselisihan seputar lokasi pemindahan pangkalan Marinir Amerika Serikat, Futenma, yang saat ini berada di Selatan Pulau Okinawa.

Pemerintah terdahulu Jepang sepakat jika pangkalan itu dipindahkan ke kawasan yang lebih di bagian lain pulau tersebut.

Selama kampanye dalam pemilu lalu, Hatoyama menjanjikan kepada pemilihnya untuk mengupayakan pemindahan pangkalan militer Amerika dari Pulau Okinawa. Setengah warga di sana enggan menerima keberadaan pangkalan tersebut.

Tapi menjadi jelas bahwa Hatoyama tampaknya menarik upayanya setelah Amerika meningkatkan kepedulian dalam operasi yang dilakukan di sana. Selain itu warga di pulau lain juga menolak dijadikan lokasi pangkalan militer Amerika.

Setelah Jepang, Clinton juga akan melakukan kunjungan ke Cina dan akan melakukan pembicaraan tingkat tinggi strategi dan ekonomi yang melingkupi persoalan politik dan perdagangan.

Sekitar 200 pejabat Amerika akan berada di Beijing untuk mengikuti proses pembicaraan ini.