Baku tembak Jamaika tewaskan 27

Kepolisian Jamaika mengatakan paling tidak 27 orang yang hampir semuanya warga sipil meninggal dalam kontak senjata di Jamaika, sementara pemburuan atas seorang tersangka gembong narkoba terus berlanjut.
Pasukan militer dan polisi menyerbu tempat tinggal Christopher "Dudus" Coke di distrik Taman Tivoli di ibukota Jamaika, Kingston.
Pemerintah sudah menyatakan situasi darurat di sejumlah tempat di Kingston sejak Jumat lalu, ketika beberapa kantor polisi diserang.
Sebuah putusan pengadilan untuk mengekstradisi Coke, 41 tahun, ke Amerika membuat marah para pendukungnya.
Coke, yang mengatakan bahwa dia adalah pengusaha yang sah, mendapat dukungan dari banyak warga Kingston yang miskin yang menganggapnya sebagai seorang dermawan dan mereka bersumpah untuk melindunginya.

Tetapi departemen kehakiman Amerika menuduh dia sebagai salah satu gembong narkoba yang paling berbahaya di dunia.
Pertempuran sengit
Pada hari Selasa, hari ketiga kerusuhan, ribuan polisi dan tentara bersenjata berat melanjutkan serangan mereka di daerah kumuh yang paling penuh kekerasan di ibukota.
Mereka terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata yang mengenakan masker dan setia kepada Coke.
Berbagai geng dari daerah-daerah kumuh di luar ibukota juga ikut datang memerangi polisi, mendirikan barikade di jalan-jalan dan menembaki aparat pemerintah, demikian dilaporkan kantor berita AP.
Polisi mengatakan paling tidak seorang anggota aparat keamanan dan 26 warga sipil tewas selama dua hari itu penyerbuan.
Tujuh anggota aparat keamanan dan 25 warga sipil lain mengalami luka-luka.
Sekitar 211 orang ditangkap, termasuk enam wanita, tetapi tidak ada konfirmasi apakah Coke berada diantara mereka.





























