Armada bantuan meninggalkan Siprus

flotilla
Keterangan gambar, Armada pengangkut bantuan mengalami penundaan dan kesulitan
Telah diterbitkan

Sebuah armada kecil yang berlayar menuju Gaza mengangkut bantuan dan para pegiat telah meninggalkan Siprus dan akan mencapai tujuannya hari Senin, demikian diungkapkan oleh pengelolanya.

Tetapi Israel mengatakan akan menghentikan kapal-kapal tersebut dan menyebutnya sebagai 'provokokasi untuk melenyapkan legitimasi Israel."

Wilayah Palestina menderita blokade ekonomi Israel dan Mesir selama hampir tiga tahun, dan hanya bantuan kemanusiaan secara terbatas saja yang diizinkan masuk.

Para pegiat dari Gerakan Bebaskan Gaza tersebut ingin menerobos blokade itu.

Israel mengenakan blokade setelah gerakan Islam Hamas mengambil kekuasaan di Gaza.

Pemerintah Israel telah memberikan keterangan kepada para wartawan bahwa kapal itu tidak diperlukan dan menegaskan pihaknya membolehkan 15.000 ton bantuan masuk ke Gaza setiap pekan.

Terlambat beberapa hari

Selama beberapa hari, para pegiat HAM di dalam kapal itu mengatakan mereka akan segera tiba di Gaza, namun mereka terlambat selama beberapa hari.

Mereka menurunkan jangkar di lepas pantai Siprus dan memanfaatkan waktu untuk mengatasi berbagai kesulitan teknis.

Tetapi pada Minggu siang, pemimpin gerakan itu, Huwaida Arraf menegaskan bahwa kapal-kapal tersebut sudah mulai bergerak lagi.

"Israel memblokir wilayah seluas 20 mil laut di luar pantai Gaza dan kami memperkirakan akan bisa sampai di wilayah tersebut pada pagi hari atau Senin siang."

Tetapi Israel bertekad untuk tidak mengizinkan kapal itu lewat dan angkatan lautnya mengawasi perariran teritorial Gaza sementara para pejabat tidak akan segan-segan mengambil tindakan keras secara terbatas untuk menghentikan armada.

Israel akan menarik paksa kapal-kapal itu ke kota Ashdod di Israel yang terletak tidak jauh dari Gaza, dan dari sana para pegiat akan dipulangkan.

Wartawan BBC di Kota Gaza, John Donnison, mengatakan peristiwa itu dipolitisir oleh kedua pihak

Perdana Menteri Hamas Ismail Haniya mengatakan tindakan Israel untuk menghentikan kapal-kapal itu merupakan tindakan "pembajakan".

Namun PBB -yang menyebut blokade itu satu "pengepungan gaya abad pertengahan"- mengatakan bantuan itu hanya sebagian kecil saja dari yang diperlukan dan kurang dari satu perempat dari yang masuk ke Gaza sebelum blokade itu diterapkan.