Turki ancam kurangi hubungan dengan Israel

Turki
Keterangan gambar, Turki berkabung atas meninggalnya sembilan aktivis kemanusiaan.
Telah diterbitkan

Turki memperingatkan akan mengurangi hubungan dagang dan pertahanan dengan Israel menyusul penyerangan terhadap konvoi kapal kemanusiaan Gaza.

Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc mengatakan Ankara "sedang mempertimbangkan hubungan dengan Israel", salah satu sekutu dekat mereka.

Sembilan pegiat Turki tewas ketika pasukan Israel menyerang dan bentrok dengan penumpang yang berada dalam konvoi kapal kemanusiaan menuju ke Gaza hari Senin.

Salah satu kapal lainnya, Rachel Corrie sedang dalam perjalanan menuju ke Gaza.

Israel banyak mendapatkan kecaman internasional atas serangan yang terjadi di perairan internasional tersebut.

Mengenai sebenarnya apa yang terjadi ketika itu masih simpang siur, para aktivis mengatakan mereka diserang, sementara Israel mengatakan tentara mereka dipukuli, ditusuk dan ditembak terlebih dahulu.

Israel mengatakan tidak akan mengijinkan kapal-kapal tersebut berlabuh di Gaza, karena khawatir akan berisi senjata, dan barang-barang lain yang akhirnya bisa jatuh ke tangah Hamas, kelompok Islam yang sekarang menguasai daerah tersebut.

Emosi tinggi

Arinc mengatakan hari Jumat bahwa seluruh perjanjian militer dan ekonomi dengan Israel sekarang dikaji kembali, meskipun dia mengatakan tidak akan ada keputusan yang akan diambil dalam waktu dekat.

"Kami serius dengan masalah ini." katanya kepada jaringan televisi NTV.

"Kami berencana mengurangi hubungan dengan Israel ke tingkat paling minimum, namun berasumsi bahwa semua yang berhubungan dengan negara lain segera dikurangi, seperti seseorang mencoret nama anda dari buku alamat, bukanlah budaya negara ini." tambah Arinc.

Wartawan BBC Jonathan Head di Istanbul mengatakan Arinc sudah menjelaskan mengenai konsekuensi jangka panjang mengenai insiden penyerangan kapal tersebut.

Pemerintah akan mempertimbangkan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Israel setelah situasinya mereda, karena sekarang ini emosi berbagai pihak masih tinggi, saat Turki berkabung atas meninggalnya para aktivis, kata wartawan BBC.