Korea Selatan kenang perang

Warga Korea Selatan tengah memperingati 60 tahun pecahnya Perang Korea.
Tank dan pasukan Korea Utara menyerbu ke selatan pada 25 Juni 1950, dan aksi ini membuka konflik tiga tahun yang menelan sekitar empat juta jiwa.
Amerika Serikat memotori PBB untuk mendukung Korea Selatan, sedangan Cina dan Rusia mendukung Korea Utara.
Perang berakhir dengan gencatan senjata bukannya perjanjian damai, dan ini menimbulkan ketegangan politik terus menerus di Semenanjung Korea hingga saat ini.
Korea Utara masih menampik pandangan yang dipegang banyak pihak bahwa dia menyerang terlebih dahulu.
Wartawan BBC John Sudworth di Seoul mengatakan bermacam peringatan digelar dengan menghadirkan veteran dari luar negeri.
Namun, mengingat ketegangan masih tinggi di kawasan, tidak banyak yang bisa dirayakan.
Seoul dan Pyongyang dewasa ini tengah terlibat dalam sengketa atas tenggelamnya sebuah kapal perang Korea Selatan di dekat perbatasan maritim yang diperselisihkan.
Penyelidikan internasional menyimpulkan torpedo Korea Utara menenggelamkan Cheonan, tapi Pyongyang menampik kesimpulan tersebut.





























