Mantan presiden Panama diadili

Mantan presiden Panama, Manuel Noriega, diadili di Paris dengan dakwaan pencucian uang dan kasus ini bisa menambah masa tinggalnya di penjara 10 tahun lagi.
Orang yang sekarang diyakini berusia 76 tahun itu, memerintah Panama dari tahun 1981 sampai 1989.
Dia diekstradisikan dari AS pada bulan April setelah dua dasawarsa mendekam di penjara karena penyeludupan narkotika.
Satu pengadilan Prancis menghukum dia in-absentia 10 tahun pada tahun 1999.
Prancis setuju mengadili kembali jika dia diekstradisikan dari AS.
Persidangan ini akan berlangsung tiga hari. Namun demikian, vonis belum akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang, kata laporan kantor berita AFP.
Noriega, yang muncul dengan rambut hitam yang disisir ke belakang, tampak gemetar sewaktu memberikan keterangan, kata wartawan AP yang hadir di persidangan.
Ketika ditanya mengenai ketidaksesuai tanggal lahirnya di sejumlah dokumen berbeda, dia semula menjawab 11 Februari 1936, kemudian mengoreksinya sendiri dengan mengatakan dia lahir tahun 1934. Dia berbicara melalui penerjemah.
Bekas pemimpin itu membantah melakukan pencucian uang senilai 15 juta franc (2,8 juta dollar) dari kelompok kokain Medellin di Kolombia melalui bank yang sekarang sudah ditutup, Bank of Credit and Commerce International (BCCI).
Uang itu diduga telah digunakan oleh isterinya, Felicidad, untuk membeli tiga apartemen mewah di Paris.
Ketiga flat tersebut sudah disita oleh lembaga penegak hukum Prancis.





























