Tersangka mata-mata Rusia hilang

Kepolisian Siprus mengatakan satu dari 11 orang yang diduga Amerika serikat melakukan kegiatan mata-mata bagi Rusia menghilang setelah dibebaskan dengan jaminan.
Metsos tinggal sendirian di sebuah hotel di Siprus selama hampir dua minggu dan media setempat mengatakan dia menggunakan paspor Amerika Serikat.
Jaksa penuntut di Amerika Serikat menggambarkan dia sebagai pria bayang-bayang yang membagi-bagi uang dan mulai berkunjung ke Amerika pada tahun 2004.
Metsos dituduh melakukan pencucian uang dan sedang menunggu pengadilan ekstradisinya yang direncanakan akan berlangsung 29 Juli.
"Polisi memeriksa hotelnya dan dia tidak bisa ditemukan," kata jurubicara kepolisian Siprus, Michalis Katsounotos kepada kantor berita AFP.
Sepuluh tersangka mata-mata lainnya dituduh melakukan konspirasi sebagai agen ilegal untuk pemerintah asing.
Tuduhan ini lebih ringan dari melakukan kegiatan mata-mata dan diancam dengan hukuman penjara lima tahun.
Para tersangka mata-mata ini hidup sebagai warga negara biasa dan beberapa hidup berpasangan selama beberapa tahun. Dalam dunia keamanan, agen-agen seperti ini disebut sebagai 'ilegal' atau 'agen tidur.'





























