Presiden baru Filipina diambil sumpah

Putra mantan presiden Filipina telah diambil sumpah sebagai presiden baru negara tersebut.
Benigno "Noynoy" Aquino menang dengan dukungan suara meyakinkan dalam pemilihan bulan Mei.
Dia berkampanye dengan jaji memberantas korupsi.
Dia juga berjanji untuk mengakhiri pemberontakan yang berlangsung lama, dan memperbaharui sistem peradilan.
Pendahulunya, Gloria M Arroyo, mengatakan dia tidak gentar dengan rencana untuk mengusut tuduhan korupsi.
Ayah Aquino, tokoh oposisi pada zaman keadaan darurat Ferdinand Marcos, dibunuh ketika kembali ke Filipina dari pengasingan pada tahun 1983.
Ibunya, Cory Aquino, menjabat presiden setelah pergolakan yang dikenal sebagai pemberontakan rakyat tiga tahun kemudian.
Kematian sang ibu akibat kanker tahun lalu mendongkrak popularitas Benigno ''Noynoy'' Aquino di dunia politik.
'Kommisi kebenaran'
Pengambilan sumpah tang berlangsung di kawasan tepi pantai Rizak Park berlangsung penuh emosi dan semarak.
Sekitar setengah juta warga hadir dalam acara itu. Banyak dari mereka mengenakan atribut berwarna kuning khas keluarga Aquino.
''Saya di sini 24 tahun tahun untuk menghadiri rapat umum politik ibunya, dan saya datang kemarin untuk menyaksikan Noynoy mengangkat sumpah, sebab saya ingin dia berhasil," kata seorang hadirin, Sonia de la Cruz, kepada kantor berita Reuters.
"Saya akan mendoakan dia. Saya berharap dia menghentikan orang-orang dalam jajaran pemerintahan mencuri dan mewujudkan janji-janjinya kepada kami,'' kata dia.
Wartawan BBC Kate McGeown di Manila mengatakan Aquino sudah mencoba untuk membuat orang tidak terlalu berharap dari pemerintah yang dia pimpin, dan menyatakan dia "bukan Superman".
Dia berjanji mendirikan ''komisi kebenaran'' untuk menanggulangi tuduhan korupsi yang dilontarkan terhadap para presiden pendahulunya.





























