Tersangka mata-mata bebas dengan jaminan

Hakim yang menyidangkan kasus dugaan keterlibatan sejumlah orang sebagai mata-mata Rusia telah mengizinkan seorang tersangka perempuan untuk mendapatkan pembebasan dengan uang jaminan.
Namun, hakim menolak pembebasan dua tersangka lainnya dengan jaminan.
Hakim Ronald Ellis mengatakan Vicky Pelaez terdakwa yang bekerja sebagai wartawan dibolehkan untuk bebas dengan uang jaminan sebesar $250,000 (£167,000) dan dikenai tahanan rumah pada hari Selasa.
Sementara itu, putusan atas permohonan pembebasan dengan uang jaminan untuk suaminya, Juan Lazaro, telah ditunda.
Jaksa Penuntut Umum menilai Lazaro sebelumnya telah mengakui bekerja untuk Rusia.
Pembicaraan mengenai pemebebasan dengan uang jaminan terhadap lima orang lainnya yang didakwa bekerja sebagai mata-mata Rusia yang berlangsung di Pengadilan Alexandria, Virginia dan Boston juga ditunda.
Pengadilan New York City telah menolak pembebasan dengan jaminan terhadap dua tersangka bernama Cynthia dan Richard Murphy. Keduanya tinggal di New Jersey.
Alasan jaminan
Wartawan BBC di New York, Laura Trevelyan mengatakan Hakim yang menangani perkara ini tidak mengetahui secara pasti kedua orang tersebut sehingga tidak bisa memberikan pembebasan dengan uang jaminan.
Menurut laporan wartawan keduanya selama persidangan juga terlihat duduk tanpa emosi selama persidangan dan hanya memeberikan sedikit informasi.
Jaksa penuntut umum juga berpendapat keduanya merupakan bagian dari jaringan mata-mata yang kuat dan berpengalaman.
Namun, pengacara keduanya berpendapat masih bisa diperdebatkan apakah keduanya berada dalam posisi untuk memberikan informasi berharga kepada Rusia.
Alasan dikabulkannya jaminan terhadap Pelaez diberikan oleh hakim, karena dia merupakan warga negara Amerika dan tidak terlihat sebagai orang yang dilatih secara khusus sebagai mata-mata.
Aparat keamanan Amerika Serikat sejauh ini telah menahan 10 tersangka yang terlibat dalam kasus ini, sementara satu orang lagi yang juga diduga terlibat dalam kasus ini melarikan diri ke Siprus setelah memperoleh pembebasan bersyarat.
Kesepuluh tersangka yang saat ini masih ditahan oleh pihak keamanan Amerika Serikat dituduh ikut bergabung dengan sejumlah komunitas di negara tersebut dan membangun kontak dengan sejumlah pembuat kebijakan.
Informasi yang mereka dapatkan melalui para pembuat kebijakan yang berhasil mereka dekati ini kemudian disampaikan kepada dinas intelijen Rusia.
Moscow sejauh ini berang karena dituding terlibat dalam aksi mata-mata, namun kedua negara mengatakan mereka tidak akan membiarkan kejadian ini membahayakan hubungan kedua negara.





























