Korban ledakan tangki truk dimakamkan massal

Jenazah para korban yang meninggal setelah terjadinya ledakan truk tangki minyak di Republik Demokratis Kongo telah dimakamkan secara massal.
Sedikitnya 230 tewas ketika truk tangki yang terbalik tersebut meledak dan menimbulkan kebakaran hebat di desa Sange.
Beberapa meninggal ketika hendak mengambil tumpahan minyak, sementara yang lainnya terjebak di berbagai bangunan, termasuk sebuah bioskop ketika kebakaran terjadi.
Pasukan penjaga perdamaian PBB, para pekerja bantuan dan tentara Kongo sudah dikerahkan untuk membantu mereka yang mengalami luka-luka.
Menurut laporan kantor berita AP, hari Sabtu sore, para petugas bantuan Palang Merah membawa jenazah yang dibungkus dalam kantung plastik ke dua kuburan massal yang terletak di pinggiran desa.
Wakil Gubernur Kivu Selatan, Jean-Claude Kibala, mengatakan keadaan setelah kebakaran di sana sangat "mengerikan."
"Banyak mayat berserakan di jalan-jalan. Penduduk trauma dan sangat terkejut dengan kejadian ini, tidak seorang pun yang menangis maupun berbicara." katanya.
Peringatan tidak diindahkan
Tragedi itu terjadi hari Jumat malam, di Sange, sekitar 70 kilometer selatan kota Bukavu, di Kivu Selatan, dekat dengan perbatasan Burundi.
Truk yang memulai perjalanan dari Tanzania tersebut terbalik dan tangkinya kemudian bocor.
"Minyak mulai keluar dari tangki, dan orang-orang bukannya malah menjauh tetapi datang untuk mengambil tumpahan minyak," kata Tondo Sahizira 28 tahun kepada kantor berita AFP.
"Beberapa menit kemudian terjadi ledakan, api muncul pertama kali dari truk dan menyebar dengan cepat."
Bedide Mwasha mengatakan bahwa lima tentara penjaga perdamaian asal Pakistan meminta warga mengosongkan daerah tersebtu, tetapi peringatan mereka tidak diindahkan.
"Pria, wanita, anak-anak, dan bahkan tentara pemerintah mengambil tumpahan minyak," kata warga Sange berusia 45 tahun tersebut.
Beberapa rumah yang memiliki atap rumbia segera terbakar, termasuk juga sebuah bioskop dimana penduduk berkumpul menyaksikan pertandingan Piala Dunia.
"Anak-anak saya menyaksikan pertandingan sepakbola di bioskop tersebut dan mereka lari keluar untuk melihat truk yang terbakar," kata Kiza Ruvinira kepada kantor berita Reuters.
"Saya pergi untuk melihat apa yang terjadi dan menemukan mayat ketiga anak saya. Saya tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan sekarang." lanjutnya.
Juru bicara pasukan penjaga perdamaian PBB Madnodje Mounoubai mengatakan jumlah korban tewas sejauh ini adalah 230 orang, dengan 196 orang mengalami luka-luka.
Palang Merah mengatakan sedikitnya 61 anak-anak dan 36 wanita tewas dalam kejadian ini.





























