BP berhasil pasang penyumbat baru

Manajemen British Petroleum (BP) mengatakan perusahaan minyak itu telah memasang sebuah sistem penyumbat baru di pusat kebocoran minyal di Teluk Meksiko.
Setelah proses pemasangan penyumbat selesai, BP kemudian akan melakukan uji coba mematikan sumur minyak sementara pengeboran relief well dilakukan.
Relief well adalah sebuah sumur baru yang dibuat di dekat sumur minyak lama yang bermasalah. Sumur ini dibor menyerong menuju sumur lama dengan tujuan untuk mengendalikan sumur lama yang bocor.
Namun, manajemen BP mengatakan sistem penyumbat seperti ini belum pernah dipraktikkan di kedalaman sumur seperti di Teluk Meksiko ini.
Bahkan BP tidak menjamin efisiensi dan kemampuan sistem penyumbat ini terhadap tekanan minyak dan gas yang sangat besar.
Satu-satunya jalan untuk menghentikan kebocoran minyak, lanjut BP, adalah relief well yang pengeborannya diperkirakan selesai pertengahan Agustus mendatang.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat kembali mengeluarkan moratorium atau penghentian sementara pengeboran minyak di laut dalam, setelah moratorium sebelumnya tidak disetujui pengadilan federal di Lousiana.
Pengadilan federal menganggap aturan penghentian sementara pengeboran yang dikeluarkan pemerintahan Obama, terlalu luas cakupannya.
Pemerintah AS berharap pengadilan federal bisa menyetujui moratorium baru yang diterbitkan Departemen Dalam Negeri ini.
Perintah penghentian sementara pengeboran ini mencakup semua fasilitas pengeboran minyak lepas pantai namun tidak tergantung pada kedalaman pengeborannya. Moratorium ini akan berakhir paling lambat 30 November 2010.
Uji tekanan
Kepala Penanggulangan Bencana AS Laksamana Thad Allen mengatakan sistem penyumbat baru yang dipasang BP menunjukkan kemajuan signifikan.

Dalam sebuah rekaman langsung yang diambil di bawah permukaan laut menunjukkan sistem penyumbat itu berhasil dipasang di atas mulut sumur yang bocor.
Sistem penyumbat lama harus diganti karena tidak terikat cukup kuat sehingga masih memungkinkan minyak menyembur dari sela-sela penyumbat.
Lebih jauh Laksamana Allen mengatakan BP akan melakukan tes terhadap sumur yang bocor itu, Selasa (13/7).
"Hasil tes ini akan memberikan informasi berharga tentang kondisi sumur di bawah laut dan membantu kami untuk menentukan apakah memungkinkan menutup sumur untuk sementara waktu," kata Laksamana Thad Allen.
Selama uji coba, sistem yang mengumpulkan bocoran minyak akan ditutup selama enam hingga 48 jam, sementara pengujian tekanan dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada kebocoran lain di sumur itu.
Kabar tentang kemajuan sistem penyumbat itu muncul sebelum Ibu Negara Michelle Obama berencana mengunjungi kawasan itu.
Selain itu, komisi kepresidenan yang dibentuk untuk melakukan investigasi masalah kebocoran minyak ini sudah mulai melakukan pemeriksaan sejak Senin (12/7).
Dalam salah satu sesi pemeriksaan Larry Dickerson, direktur sebuah perusahaan pengeboran yang tidak terlibat dalam insiden rig Deepwater Horizon, mengatakan bencana itu adalah hasil dari sebuah prosedur operasi yang ceroboh.
Presiden Barack Obama yang sudah beberapa kali meninjau kawasan itu bahkan mengatakan kebocoran minyak ini adalah bencana alam terbesar di Amerika Serikat.
Masyarakat pesisir dari Florida ke Alabama yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan parawisata khawatir bencana ini akan menghancurkan perekonomian mereka.
Untuk mengatasi kebocoran minyak ini, British Petroleum sudah menggelontorkan dana sebesar US$3,5 miliar. Selain itu BP juga mengganggarkan biaya US$20 miliar untuk mendanai operasi pembersihan pesisir.
Ledakan pengeboran minyak Deepwater Horizon, April lalu menewaskan 11 orang pekerja dan menumpahkan ribuan barrel minyak ke perairan Teluk Meksiko setiap harinya.





























