Putra Kim Jong-il kini berpangkat jenderal

Utusan Partai Rakyat berbaris rapi menjelang menghadiri konferesi partai di Pyongyang
Keterangan gambar, Semua utusan Partai Rakyat berbaris rapi menjelang menghadiri konferesi partai di Pyongyang
Telah diterbitkan

Putra pemimpin Korea Utara Kim Jong-il, Kim Jong-un, diangkat menjadi jenderal menjelang konferensi bersejarah partai berkuasa, kata media pemerintah.

Perkembangan ini terjadi sementara partai yang berkuasa di Korut memulai pertemuan terbesarnya dalam masa beberapa puluh tahun, di tengah desas-desus bahwa Kim Jong-il bersiap memperkokoh dinasti keluarga Kim dengan mengangkat putranya sebagai pengganti di kursi pemimpin tertinggi.

Pengumuman pengangkatkan tersebut merupakan penyebutan pertama nama putra ketiga Kim Jong-il oleh media resmi Korea Utara.

Pemimpin berusia 68 tahun itu dilaporkan menderita beberapa penyakit.

Dia diyakini mengalami stroke dua tahun lalu, dan pergi ke Cina untuk menjalani perawatan dalam beberapa kesempatan.

Pyongyang dan Beijing tidak secara terbuka mengomentari rumor seputar kondisi kesehatan Kim senior.

Partai Pekerja mulai menggelar konferensi pada hari Selasa, dengan tujuan mengangkat tim kepemimpinan baru.

Saudara perempuan Kim Jong-Il, Kyong-hui, juga diangkat menjadi jenderal, seperti diumumkan oleh kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency.

Kampanye propaganda

Kim Jong-il mewarisi tongkat kekuasaan dari ayahnya, Kim Il-Sung
Keterangan gambar, Kim Jong-il mewarisi tongkat kekuasaan dari ayahnya, Kim Il-sung

Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah Korea Utara hari Senin memperlihatkan deretan rapi delegasi, sebagian mengenakan jas, sebagian lagi mengenakan seragam militer, tiba di Pyongyang.

Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa ibukota Korut dihiasi dengan bendera dan plakat yang mengumumkan konferensi.

KCNA melaporkan bahwa utusan partai mengunjungi Istana Monumen Kumsusan di Pyongyang hari Senin untuk menyatakan hormat kepada pendiri Korea Utara, mendiang Kim Il-sung, ayah Kim Jong-il.

Kim Il-sung dikenal sebagai "presiden abadi", sedangkan Kim Jong-il menyatakan diri sebagai sang "pemimpin tercinta".

Kim Jong-il mulai naik ke kursi kekuasaan pada konferensi partai sebelumnya pada tahun 1980, ketika dia ditunjuk untuk mengisi beberapa jabatan penting. Dia akhirnya menjadi pemimpin ketika ayahnya meninggal pada 1994.

Laporan-laporan dari Korea Selatan hari Senin menyebutkan militer telah mencalonkan Kim Jong-un sebagai delegasi peserta konferensi partai.

Koran Chosun Ilbo mengutip sumber Korea Utara yang namanya tidak disebutkan yang mengatakan kampanye propaganda telah dimulai untuk menaikkan profil Kim Jong-un.

Tidak banyak yang diketahui tentang Kim Jong-un. Dia hanya diketahui mengenyam pendidikan di Swiss dan berusia sekitar 25 tahun.

Rumor mulai beredar tahun lalu dari negaranya yang sangat tertutup bahwa dia adalah pengganti pilihan ayahnya.

Para pengamat mengatakan mengambil alih jabatan dari ayahnya akan mendatangkan tugas sangat besar bagi seseorang dengan pengalaman masih terbatas.

Di bawah kepemimpinan Kim Jong-il, pengucilan negara itu dari dunia luar semakin ketat.

Kim telah membangun kultus individu di jajaran keluarganya, sementara ekonomi Korea Utara hampir tidak berfungsi dan warganya kerap mengalami kelangkaan pangan.