Cina berjanji akan dukung obligasi Eropa

Perdana Menteri Cina Wen Jiabao mengatakan negaranya akan terus mendukung surat obligasi Ero dan obligasi pemerintah Eropa.
"Saya telah menjelaskan bahwa Cina mendukung mata uang Ero yang stabil," katanya.
Ia juga berjanji tidak akan mengurangi investasi Cina dalam surat-surat obligasi Eropa, kendati belakangan ini terjadi krisis yang melemahkan nilai banyak surat obligasi semacam itu.
Wen mengunjungi Yunani, negara yang paling terpukul krisis di Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara. Ia berjanji akan membeli surat-surat obligasi pemerintah Yunani dalam kesempatan penjualan mendatang.
Cina mengatakan negara itu perlu menganeka-ragamkan mata uang asing yang dipegangnya, dan telah membeli surat-surat obligasi pemerintah Spanyol.
Pada penghujung pekan ini, pemimpin Cina itu akan menghadiri pertemuan Uni Eropa - Cina, dimana masalah mata uang yuan hampir bisa dipastikan akan mencuat ke permukaan.
Sengaja dibiarkan rendah
Cina dituduh sengaja mempertahankan nilai mata uangnya agar tetap rendah terhadap berbagai mata uang dunia yang lain, terutama sekali dolar, dan ini menyebabkan barang-barang buatan Cina lebih murah di pasar-pasar dunia, dan barang-barang bukan produk Cina lebih mahal di negara itu.
Kenyataan ini menimbulkan kemarahan di Amerika Serikat, dimana Majelis Rendah mendukung undang-undang yang dalam teori akan mengurangi kemungkinan pengenaan sanksi-sanksi perdagangan terhadap Cina.
Wen Jiabao mendesak Uni Eropa agar mengakui Cina sebagai ekonomi pasar, sesuatu yang akan memperkecil kemungkinan Cina dikenai tuduhan anti-dumping berdasarkan undang-undang Organisasi Perdagangan Dunia.
Ia menambahkan kendati pertumbuhan ekonomi Cina tetap merupakan pertumbuhan ekonomi negara berkembang: PDB per kapita hanya satu per delapan dari Yunani dan prosentasi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan tiga kali lebih besar daripada Yunani.
Pertumbuhan ekonomi Cina berkurang mencapai 10,3% pada kuartal kedua tahun ini dari 11,9% pada kuartal pertama.
Secara keseluruhan tahun ini pemerintah Cina ingin mencapai pertumbuhan setinggi 8%.





























