Gudang NATO diserang di Pakistan
NATO diserang

Kelompok militan menyerang sebuah gudang di Pakistan, menghancurkan 27 tanker yang membawa bahan bakar untuk pasukan NATO di Afghanistan.
Taliban di Pakistan mengatakan bertanggungjawab atas serangan ke depo di dekat Islamabad yang menewaskan tiga orang ini.
Pakistan melarang rombongan NATO menyeberang Celah Khyber sebagai balasan atas serangan udara NATO minggu lalu yang menewaskan tiga prajurit Pakistan.
NATO mengatakan pihaknya menyesali jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa itu.
Setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi, sekretaris jenderal NATO Jenderal Anders Fogh Rasmussen mengatakan: "Saya menyatakan belasungkawa kepada para keluarga korban. Tentu saja insiden ini tidak direncanakan."
Ketiga prajurit itu tewas terbunuh ketika helikopter-helikopter NATO masuk ke wilayah udara Pakistan ketika memburu kelompok militan Taliban dari Afghanistan.
Presiden Pakistan Ali Asif Zardari mengatakan insiden linta batas itu "tidak produktif dan tidak bisa diterima".
Rasmussen menambahkan bahwa dia sudah menyerukan agar perbatasan dibuka kembali atas bisa dilakukan penyeberangan secepat mungkin dan dia mengatakan bahwa menteri luar negeri Pakistan sudah berjanji untuk mengatasi masalah ini.
'Tanpa pandang bulu'
Para penyerang menyerbu gudang tempat puluhan tanker sedang disiapkan untuk satu rombongan NATO dekat Rawat, diluar Islamabad lepas tengah Minggu malam waktu setempat (0300WIB, Senin).
Seorang jurubicara Taliban mengatakan kepada kantor berita AP bahwa serangan-serangan itu akan terus berlanjut sampai pengiriman pasokan dihentikan.
Dia menambahkan bahwa satu sayap baru dari kelompok Taliban sudah dibentuk khusus untuk memusatkan perhatian pada iring-iringan kendaraan yang melewati Pakistan dari pelabuhan Karachi.
Wartawan BBC Orla Guerin di Islamabad mengatakan pasokan NATO memang sering diserang di Pakistan dan kebanyakan dari pasokan itu tidak dijaga atau kalaupun dijaga, sangat kecil pengamanannya.
Celah Khyber dipandang sebagai jalur penting bagi pasokan NATO dan tidak jelas kapan perselisihan seputar serangan lintas batas minggu lalu akan terselesaikan.
Lori-lori yang diserang hari Senin seharusnya akan bergerak melewati Celah Khyber ke penyerangan perbatasan di Torkham yang sudah ditutup dalam lima hari terakhir karena perselisihan diplomatik ini.
Lebih dari 200 lori yang membawa pasokan untuk pasukan NATO masih tertahan di pos-pos perbatasan.
Rute lain di Chaman, lebih jauh di arah Selatan, masih tetap terbuka.
Seorang jurubicara Pakistan mengatakan dia berharap dan memperkirakan bahwa tidak akan terlalu lama lagi NATO akan diizinkan kembali lalu lalang melewati Celah Khyber, tetapi dia mengatakan hal itu tergantung situasi keamanan.
Pasukan ISAF pimpinan NATO mengatakan hari Senin bahwa operasi-operasinya sejauh ini tidak terpengaruh oleh serangan-serangan itu tetapi pihaknya "mulai menjajaki kemungkinan-kemungkinan lain".
Pasokan-pasokan itu saat ini dibawa masuk ke Afghanistan Utara melalui Uzbekistan dan Tajikistan tetapi jurubicara NATO membantah untuk mengatakan jalur Utara mana persisnya yang mereka sedang pertimbangkan.






























