Kabinet Israel dukung sumpah kesetiaan

Avignon
Keterangan gambar, Menlu Israel Avigdor Lieberman mendukung RUU kontroversial itu
Telah diterbitkan

Kabinet Israel menyepakati sebuah rancangan undang-undang kontroversial yang mengharuskan semua orang yang bukan keturunan Yahudi besumpah setia kepada Israel sebagai sebuah "negara Yahudi dan demokratis".

Rancangan undang-undang itu mengundang kemarahan minoritas Arab Israel dan masih harus disetujui terlebih dahulu oleh parlemen Israel, Knesset.

Langkah serupa pernah ditolak oleh kabinet bulan Mei 2009.

Jika disetujui, maka undang-undang baru itu akan menimbulkan dampaknya pada sejumlah orang-orang yang bukan keturunan Yahudi yang berusaha mendapatkan kewarganegaraan Israel.

Para pengamat mengatakan undang-undang itu terutama akan berlaku terhadap orang-orang Palestina yang menikah dengan warga Israel dan berusaha mendapatkan kewarganegaraan Israel dengan alasan untuk kembali mempersatukan keluarga, termasuk para pekerja asing dan pada beberapa kasus tertentu yang lain.

Dua puluh persen warga Israel adalah warga etnis Arab.

Rancangan undang-undang yang didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu disambut gembira oleh para menteri sayap kanan dalam kabinet koalisi yang beranggotakan 30 orang, termasuk Menteri Luar Negeri yang berhaluan ultra-nasionallis, Avigdor Lieberman.