Anggota Al Qaida menyerah di Yaman

Jabr Al-Faifi
Keterangan gambar, Jabr al-Faifi adalah bekas tahanan di Teluk Guantanamo
Telah diterbitkan

Gubernur Propinsi Abyan di Yaman Ahmad Al Misari mengatakan bahwa 14 anggota Al Qaida yang dicari telah menyerahkan diri hari Senin.

Lima diantara mereka adalah tokoh penting Al Qaida.

Pernyataan gubenur itu menyebutkan beberapa orang lagi akan menyerahkan diri.

Perkembangan ini terjadi saat Yaman meningkatkan langkah keamanan di negaranya dalam upaya memerangi Al Qaida.

Yaman juga sedang berusaha keras menemukan buronan yang paling dicari Ibrahim Hassan Al Asiri yang dikatakan sebagai pembuat bom.

Yaman menghadapi tekanan internasional untuk memberantas Al Qaida namun sejumlah pihak mempertanyakan kemampuan Yaman yang menghadapi masalah ekonomi dan sosial di dalam negerinya.

Peran Saudi

Wartawab BBC Frank Gardner menyebutkan, Arab Saudi memainkan peran penting dalam mencegah kemungkinan bencana di atas udara pekan lalu.

Pejabat senior Inggris membenarkan kepada BBC bahwa pemerintah Arab Saudi secara bersamaan memberitahukan dinas intelijen Inggris, Amerika serikat dan Uni Emirat Arab mengenai rencana Al Qaida mengirimkan bahan peledak di dalam pesawat yang tujuannya ke negara Barat.

Bom
Keterangan gambar, Bom disamarkan dalam printer yang dikirim dalam pesawat barang

Sumber di Arab Saudi itu adalah seorang pria bernama Jabr al-Faifi, berkebangsaan Saudi dan mantan tahanan Teluk Guantanamo yang bergabung dengan Al Qaida namun kemudian menyerahkan diri ke pemerintah Saudi dua pekan lalu.

Sejak itu dia mendapatkan kesepakatan dengan pemeriksanya yang kemudian memberikan informasi yang banyak soal operasi Al Qaida di Yaman dan Arab Saudi. Sebagai imbalannya dia lolos dari dakwaan dan hukuman berat.

Tidak seperti 10 tahun lalu ketika Saudi sering menyimpan informasi hanya bagi dirinya sendiri, mereka dengan cepat membagi informasi dengan mitranya sesama badan anti teror.

Oleh karena itu pihak berwenang Dubai mampu dengan cepat mengidentifikasi paket mencurigakan meskipun tidak terdeteksi di bandara Yaman dan telah terbang di dua pesawat Qatar Airways di Timur Tengah.