Jepang-Vietnam mencapai kesepakatan mineral langka dan nuklir

Vietnam sepakat untuk memasok Jepang dengan mineral langka, sejalan dengan upaya Jepang untuk mengurangi ketergantungan pada Cina.
Kedua negara juga sepakat dalam kerja sama nuklir yang lebih luas dan Hanoi memberikan kontrak bagi Jepang untuk membangun dua reaktor nuklir di Vietnam.
Kesepakatan tersebut dicapai oleh Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan, dan mitranya, Nguyen Tan Dung, di Hanoi setelah serangkaian pertemuan di sela-sela pertemuan puncak ASEAN.
"Perdana Menteri Nguyen Tan Dung mengumumkan Vietnam sudah memutuskan untuk menjadikan Jepang sebagai mitra dalam eksplorasi, penambangan, pengembangan, pemisahan, dan produksi mineral langka di negara ini," seperti tertulis dalam pernyataan bersama kedua perdana menteri.
Pernyataan itu juga menyebutkan Tokyo akan memberikan bantuan keuangan dan tehnis untuk pengembangan mineral langka.
"Proyek ini melambangkan awal dari hubungan erat sebagai kemitraan strategis dalam jangka panjang," kata Perdana Menteri Nguyen Tan kepada para wartawan.
Laporan-laporan menyebutkan Jepang yakin mereka akan mendapat hak eksplorasi mineral langka di provinsi Lai Chau, Vietnam barat daya.
Dominasi Cina
Saat ini Cina menguasai pasar mineral langka atau yang dikenal dengan rare earth minerals, yang merupakan komponen vital dalam produksi barang teknologi tinggi, seperti komputer, mobil, maupun telepon cerdas.
Cina memproduksi sekitar 97% dari mineral langka yang dibutuhkan di seluruh dunia.
Namun pasokan dari Cina ke Jepang terhambat setelah meningkatnya ketegangan kedua negara akibat penangkapan kapten kapal ikan Cina oleh patroli Jepang di Laut Cina Timur.
Penangkapan tersebut berkaitan dengan sengketa kedua negara atas pulau-pulau di kawasan itu -yang di Jepang disebut Senkaku dan di Cina disebut Diaoyu.
Pulau yang diduga mengandung kandungan minyak maupun perikanan saat ini dikendalikan oleh Jepang namun Cina juga menuntut kepemilikannya.
Selain Jepang, Amerika Serikat serta negara-negara lain juga mulai mengurangi ketergantungan atas mineral langka dari Cina dengan mencari sumber-sumber baru.





























