Pendaftaran pemilih untuk referendum Sudan selatan

Sudan
Keterangan gambar, Perang saudara di Sudan menewaskan 300.000 orang sejak tahun 2003.
Telah diterbitkan

Dalam waktu beberapa jam lagi, pendaftaran pemilih akan dimulai di Sudan untuk referendum tentang kemerdekaan Sudan selatan.

Diperkirakan sekitar lima juta orang berhak untuk memberikan suara.

Pendaftaran pemilih sudah tertunda beberapa kali karena masih adanya perbedaan politik antara pihak utara dan selatan.

Wartawan BBC di Khartoum -ibukota pemerintahan Sudan- James Copnall melaporkan ketegangan meningkat di Sudan dalam beberapa waktu belakangan namun kini kedua pihak sudah berhasil mencapai kesepakatan dalam kerangka kerja pada Minggu (14/11) malam guna mengatasi perbedaan di antara mereka.

Termasuk di dalamnya adalah komitmen untuk 'perbatasan longgar' jika Sudan selatan memilih kemerdekaan maupun dalam isu warga negara.

Disepakatinya kerangka kerja ini diharapkan bisa mengurangi ketegangan menjelang referendum yang rencananya akan digelar pada Januari 2011.

Pertarungan marak

Pelaksanaan referendum merupakan bagian dari kesepakatan damai yang dicapai tahun 2005, yang mengakhiri perang saudara antara Sudan selatan dan utara.

Dalam perkembangan lain, pimpinan misi penjaga perdamaian PBB di Darfur, Sudan Selatan, memperingatkan kemungkinan meingkatnya kekerasan menjelang referendum.

Ketua UNAMID, Ibrahim Gambari, juga mengutuk pertarungan terbaru antara pasukan pemerintah Sudan dengan dua kelompok pemberontak di Darfur.

Ada dugaan bahwa pemerintah berupaya untuk melemahkan kelompok pemberontak sebelum pelaksanaan refrendum.

Menurut Gambari bentrokan marak setelah dua kelompok pemberontakan menyatakan mundur dari proses perundingan.

"Sejak mereka mundur dan hujan berhenti, berlangsung kembali pertarungan di Darfur selatan dan juga Darfur utara, khususnya di Jebel Marra timur."

PBB memperkirakan sejak tahun 2003, perang saudara di Sudan menyebabkan 300.000 orang tewas dan 2,6 juta mengungsi.