Kota-kota Afrika akan membengkak

Jumlah penduduk di kota-kota Afrika diperkirakan akan bertambah tiga kali lipat selama 40 tahun mendatang dan sebanyak 60% penduduk Afrika akan menjadi penduduk kota sebelum 2050, kata laporan PBB.
Proyeksi itu dimuat dalam laporan Habitat PBB mengenai State African Cities 2010 dan disebutkan bahwa urbanisasi di Afrika lebih cepat dibanding belahan dunia lainnya. Menjelang tahun 2030, sebagian besar benua Afrika tidak lagi sebagai daerah pedalaman.
Alasannya, kata Direktur Eksekutif Habitat PBB Joan Clos, kota menawarkan daya tarik bagi warga yang ingin pindah.
"Mereka mencari masa depan yang lebih cerah dan mereka mengangap kota bisa menawarkan hal tersebut," kata Clos kepada BBC.
Selain itu, pembaharuan pertanian dan kemiskinan di pedesaan juga mendorong orang pindah ke kota.
Terancam
Karena urbanisasi, Lagos, Nigeria diperkirakan akan mengalahkan ibukota Mesir, Kairo sebagai kota terbesar di Afrika. Jumlah penduduk Lagos pada 2015 diperkirakan akan mencapai 12,4 juta jiwa.
Menurut laporan ini, penduduk Kinshasa, ibukota Republik Demokratik Kongo, akan meningkat 46% selama 10 tahun mendatang dan akan menjadi kota yang perkembangannya paling cepat.
Dia menambahkan bahwa urbanisasi bisa meningkatkan standar kehidupan bila diambil tindakan memadai guna menyediakan fasilitas perumahan, infrastruktur dan layanan lainnya.
Oleh karena itu, kata Joan Clos, benua Afrika perlu membangun sarana dan prasarana, terutama perumahan.
Namun sekarang ini perubahan iklim menimbulkan sejumlah persoalan serius bagi sebagian kota di Afrika. Banyak kota terletak di kawasan pesisir sehingga jutaan warga terancam kehilangan rumah dalam tahun-tahun mendatang akibat banjir.
Laporan PBB menyebutkan garis pantai kawasan Afrika Barat menyusut antara 20 meter hingga 30 meter setiap tahun.





























