Irak tahan 12 terkait penyanderaan gereja

Polisi Irak berjaga-jaga di depan sebuah gereja
Keterangan gambar, Polisi Irak berjaga-jaga di depan sebuah gereja
Telah diterbitkan

Dua belas orang yang diduga sebagai anggota milisi terkait penyanderaan yang mematikan di sebuah gereja Baghdad bulan lalu, demikian kata menteri dalam negeri Irak.

Menteri itu, Jawad Bolani, mengatakan berbagai penahanan itu dilakukan dalam beberapa hari terakhir dan menyebut operasi itu sebagai pukulan terhadap al-Qaida.

Lebih dari 50 orang tewas ketika para anggota milisi itu mengambil alih Gereja Our Lady of Salvation tanggal 31 Oktober.

Kelompok bersenjata itu menyerbu gereja saat misa pada hari Minggu, menuntut pembebasan para tawanan dari Al-Qaida.

Penyanderaan itu berakhir setelah pasukan keamanan menyerbu gereja itu beberapa jam setelah penyanderaan dimulai.

Sebuah pernyataan kemudian dipasang di sebuah situs internet militan yang diduga milik kelompok bernama Negara Islam Irak, sebuah kelompok payung militan Suni, yang mengatakan mereka melakukan serangan itu.

Meski berbagai gereja di Irak mengalami serangan dalam beberapa tahun terakhir, insiden itu merupakan insiden pertama yang melibatkan penyanderaan panjang.

Warga Kristen Irak, sebagian berasal dari sekte kuno, banyak yang sudah meninggalkan Irak sejak invasi pimpinan Amerika tahun 2003, dan sekitar 600.000 warga Kristen masih berada di sana.