Pasukan Brasil masuki daerah penyelundup

Aparat keamanan Brasil telah memasuki sebuah daerah kumuh besar di Rio de Janeiro setelah memperingatkan kepada para penyelundup narkoba agar menyerah atau hadapi perang.
Baku tembak terdengar dekat favela atau pemukiman kumuh Alemao, tempat ratusan orang yang diduga sebagai penyelundup narkoba diyakini bersembunyi.
Sekitar 2.600 polisi dan tentara, didukung kendaraan lapis baja dan helikopter, bergabung dalam operasi ini.
Beberapa jam setelah memasuki daerah itu polisi menyatakan mereka sudah mengambil alih favela itu.
"Kami menang. Kami membawa kebebasan bagi warga Alemao," kata kepala kepolisian militer Rio, Mario Sergio Duarte.
Tetapi sejumlah tentara lain mengatakan mereka belum mengambil alih seluruh daerah itu dan tembakan masih terdengar.
Puluhan orang tewas sejak operasi penyerangan ini dimulai seminggu yang lalu.
Pihak berwenang Brasil mengatakan operasi itu bertujuan membuat kota itu lebih aman menjelang Piala Dunia tahun 2014 dan Olimpiade 2016.
Pasukan para, marinir dan pasukan elit polisi sekarang mulai memasuki favela la Grota, bagian kecil dari Alamao yang terletak di kawasan utara Rio, Minggu pagi.

"Kami memasuki daerah itu lewat empat titik. Alemao dikepung dan pasukan lain memasukinya dari titik lain," kata kepala kepolisian sipil Allan Turnowski kepada televisi Brasil Globo TV.
"Sebuah helikopter terlibat dalam operasi ini dan helikopter lain sedang merekam operasi ini dengan kamera video untuk memperlihatkan tempat-tempat persembunyian para penyelundup. Sebagian besar dari mereka bersembunyi di dalam rumah masing-masing," tambah Turnowski.
'Membalas dengan kekerasan'
Batas waktu yang diberikan bagi para penyelundup obat-obat terlarang untuk menyerahkan diri saat matahari turun hari Sabtu (27/11) sudah lewat dan polisi memperingatkan mereka akan menggunakan kekerasan bila dibutuhkan.
Berbagai laporan mengatakan hanya 30 dari sekitar 500 sampai 600 penyelundup narkoba di daerah itu yang sudah menyerahkan diri sebelum batas waktu berakhir.
Wartawan BBC di Rio de Janeiro Tim Vickery mengatakan, mengusir penyelundup narkoba yang bersenjata berat merupakan tugas yang sulit di daerah kumuh yang padat penduduknya itu, tetapi sejauh ini mereka mendapatkan perlawanan yang lebih lemah dari yang diperkirakan.
Tetapi wartawan kami menambahkan kemenangan pihak berwenang dalam pertempuran ini bukan berarti mereka memenangkan perang secara keseluruhan.
Eduardo Paes, walikota Rio mengatakan polisi "akan mengembalikan kota ini kepada warganya."
Para tersangka penyelundup narkoba itu melarikan diri ke favela Alemao dari favela Vila Cruzeiro setelah polisi mengambil alih distrik kumuh itu minggu lalu.
Sejak aparat keamanan melancarkan operasi ini geng-geng penyelundup obat terlarang melawan dengan menembaki polisi dan membakar mobil-mobil dan bus.
Organisasi pemantau HAM Amnesty Internasional menuduh polisi menggunakan kekuatan yang berlebihan.





























