Pertemuan perubahan iklim di Cancun akan dibuka

Perubahan iklim
Keterangan gambar, Pertemuan Cancun tidak berambisi untuk mencapai kesepakatan yang mengikat
Telah diterbitkan

Pertemuan PBB tentang perubahan iklim akan dibuka hari Senin ini (29/11) di Cancun, Meksiko.

Ini merupakan pertemuan pertama sejak KTT perubahan iklim Kopenhagen setahun lalu dan sudah dipastikan tak akan dicapai kesepakatan yang mengikat dalam upaya mengatasi pemanasan global.

Namun para delegasi berharap bisa mencapai kemajuan dalam upaya perlindungan hutan dan penyaluran dana bantuan bagi negara-negara berkembang untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

Wartawan Lingkungan BBC, Roger Harabin, melaporkan pertemuan Cancun tidak akan sebesar Kopenhagen, yang dihadiri sejumlah besar kepala negara termasuk Presiden Barack Obama, yang datang menjelang penutupan.

Bagaimanapun Kopenhagen hanya berhasil mencapai kesepakatan politik yang tidak mengikat, yang dianggap jauh dari cukup oleh negara-negara berkembang.

Mengupayakan kemajuan

Dalam pertemuan Cancun ini, hanya beberapa presiden dan perdana menteri yang akan hadir dan para delegasi tampaknya ingin mencegah munculnya saling tuding seperti dalam pertemuan Kopenhagen.

Itulah yang menyebabkan ambisi dalam pertemuan Cancun lebih pada tercapainya kemajuan dalam dana penyesuaian iklim, perlindungan hutan maupun transfer teknologi bersih kepada negara-negara miskin.

Sementara itu Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pertengahan pekan lalu mengeluarkan data tentang tingkat efek rumah kaca yang terus meningkat sejak 2009.

Data WMO memperlihatkan peningkatan konsentrasi tiga gas -yang dianggap bertanggungjawab atas komponen efek rumah kaca buatan manusia- di atmosfir. Ketiga gas itu adalah karbon dioksida, metana, dan nitrus oksida.

Sebelumnya, sebuah naskah ilmiah memperkirakan bahwa tanpa pembatasan baru maka emisi karbon dunia akan meningkat sekitar 2-3% per tahun, setelah sempat mereda karena resesi global.

Program Lingkungan PBB (UNEP) hari Selasa pekan lalu (23/11) menyebutkan tekad dari sejumlah negara membatasi emisi tidak cukup untuk mempertahankan peningkatan temperatur global dalam batas yang diinginkan oleh sejumlah besar negara, yaitu 1,5C-2C dari era praindustri.