Tentara AS mengaku tembak warga sipil Afghanistan

Seorang tentara Amerika Serikat mengaku bersalah menembak warga sipil Afghanistan tanpa alasan dan setuju menjadi saksi yang memberatkan untuk beberapa tentara AS lain yang menghadapi dakwaan di mahkamah militer AS.
Sersan Robert Stevens mengakui empat dari lima dakwaan, termasuk mengeluarkan tembakan ke sekelompok orang yang diketahui sebagai warga sipil, bukan pejuang musuh.
Ia dihukum penjara sembilan bulan dan diturunkan pangkatnya, namun tidak sampai dipecat dari dinas militer.
Bersama beberapa tentara lain, Stevens diduga ambil bagian dalam kegiatan salah satu unit tentara AS yang menembaki warga sipil sebagai olahraga untuk mereka di provinsi Kandahar beberapa bulan lalu.
Sersan Stevens juga mengaku mencoba menutup-nutupi kasus ini namun menegaskan ia melakukan hal tersebut untuk menjalankan perintah atasan.
Bukan ancaman
Di persidangan, Stevens, yang tidak dituduh melakukan pembunuhan mengatakan ia dan beberapa rekannya melihat ada beberapa orang yang melintas.
"Saya tahu mereka bukan ancaman," kata Stevens. "Mereka berjalan di tempat terbuka, tidak mencoba bersembunyi dari penglihatan kami."
Ia kemudian diminta untuk menembak orang-orang tersebut dengan alasan mereka memiliki granat berpeluncur roket.
Stevens mengatakan dirinya sengaja membuat tembakannya meleset.
Lima rekan Stevens didakwa menembak beberapa warga sipil Afghanistan tak bersenjata.
Mengomentari kasus ini, mantan jaksa militer Letkol David Frakt mengatakan keputusan Stevens untuk mengaku bersalah dengan imbalan vonis yang lebih ringan bisa mendorong terdakwa lain melakukan hal yang sama.





























