Penyanderaan anak Prancis berakhir

Kepolisian Prancis menahan seorang remaja yang menyandera beberapa anak sekolah dan seorang guru mereka di kota Besancon, Senin (13/12).
Remaja berusia 17 tahun itu dibujuk untuk mengambil makanan yang diberikan kepadanya dan polisi kemudian berhasil memisahkan remaja bersenjata pedang ini dengan anak-anak. Setelah dipisah, polisi kemudian membekuk remaja dengan menggunakan stun gun.
Tim pasukan khusus kepolisian Prancis, GIPN diterjunkan bersamaan dengan juru runding. Mereka memblokade bangunan sekolah dan kelas-kelas lainnya dievakuasi.
Juru runding kepolisian menghubungi pelaku melalui kontak telepon dan menyatakan tengah mencoba memahami motifnya.
Motif belum diketahui
Sebelumnya, dia menyandera sekitar 20 anak di Taman Kanak-kanak Charles Fourier Maternelle yang terletak di Besancon, belahan timur Prancis.
Namun sebagian sandera dibebaskan ketika polisi masuk ke bangunan sekolah.
Walikota Besancon Jean-Louis Fousseret mengatakan semua sandera berusia antara empat hingga enam tahun. Dia menambahkan pelaku menginginkan sesuatu tetapi tidak menjelaskan apa keinginannya.
Pihak berwenang mengatakan motif penyanderaan belum diketahui. Media Prancis melaporkan remaja itu diketahui mengalami depresi.
Si remaja dilaporkan melenggang masuk ke taman kanak-kanak tidak lama setelah sekolah dibuka Senin pagi.
Polisi telah menghubungi pelaku melalui kontak telepon dan menyatakan tengah mencoba memahami motifnya.
Menteri Pendidikan Prancis Luc Chatel juga berkunjung ke sekolah itu dan berbicara dengan para orang tua murid.





























