PM Jepang kunjungi Iwo Jima

Perdana Menteri Jepang Naoto Kan berjanji menemukan dan memulangkan kerangka ribuan serdadu yang tewas di Iwo Jima dalam Perang II.
Pulau Iwo Jiwa menjadi ajang pertempuran sengit di penghujung Perang Dunia II antara pasukan Jepang yang berusaha menghadang gerak maju pasukan Amerika.
Puluhan ribu serdadu dan serdadu Amerika tewas tewas dalam pertempuran.
Kan tercatat sebagai perdana menteri Jepang kedua yang mengunjungi Iwo Jima.
Kunjungan berlangsung menyusul penemuan dua kuburan massal yang memuat kerangka sekitar 2.200 orang.
Kan mengatakan pemerintahnya bertekad untuk menemukan dan memulangkan kerangka mereka.
''Kita akan periksa setiap butir pasir. Mohon bersabar sedikit lagi,'' ujar Kan.
Pulau, yang berada sekitar 1.100km selatan Tokyo memiliki stasiun radar peringatan dini, merupakan wilayah pertama Jepang yang digempur oleh pasukan darat Amerika dalam kecamuk Perang Dunia II.
Tim pemerintah

Sekitar 22.000 serdadu Jepang dan Amerika tewas dalam pertempuran sengit selama lima pekan bulan Februari dan Maret 1945.
Amerika menduduki pulau tersebut pasca perang dan mengembalikan kepada Jepang pada tahun 1968.
Kan mendirikan suatu tim pemerintah bulan Agustus untuk memastikan kerangka 13.000 serdadu Jepang yang masih tertinggal di pulau itu dipulangkan ke daratan utama.
Tim pencari menemukan dua kuburan massal bulan Oktber. Satu di kaki Gunung Suribachi, tempat anggota Marinir dipotret mengibarkan bendera Amerika pada 23 Febtuari.
Sekitar 200 kerangka manusia diduga terkubur di kuburan massal tersebut.
Sedangkan di kuburan massal kedua yang berada tak jauh dari landasan pacu di bagian tengah pulau, ada sekitar 2.000 kerangka.
Iwo Jima kini dinamai Iwo To (Pulau Belerang) atas permintaan orang-orang yang pernah bermukim di tempat tersebut.
Pulau tadi disebut Iwo Jima oleh pasukan Amerika dan sebagian warga Jepang dari daratan induk, sebab mereka keliru melafalkan karakter dalam nama pulau tersebut.





























