PM Italia lolos dari mosi

Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi
Keterangan gambar, Berlusconi menang mosi di majelis rendah dengan kelebihan 3 suara
Telah diterbitkan

Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi lolos dari mosi kepercayaan di majelis rendah parlemen.

Ia menang dengan keunggulan tiga suara setelah pemungutan suara yang berjalan tegang dan di tengah-tengah aksi protes besar di ibukota.

Berlusconi juga memenangkan pemungutan suara sebelumnya di Senat. Ia mendesak para anggota parlemen agar tidak menggoncangkan kestabilan negara dengan menggulingkannya.

Para pengecamnya berargumen ia sudah terlalu tercela oleh skandal pribadi dan tuduhan korupsi untuk tetap memegang jabatannya.

Berlusconi, 74 yang sudah separuh menjalani lima tahun masa jabatannya, dirongrong oleh berbagai skandal yang kebanyakan menyangkut hubungannya dengan wanita.

Ia juga kehilangan dukungan dari sekutu politik terdekatnya, Gianfranco Fini, dan puluhan pendukungnya sehingga tidak lagi secara otomatis mendapat suara mayoritas di majelis rendah.

Namun dalam pemungutan suara akhir, dua wakil dari partai oposisi menyeberang dan ia menang dengan suara 314 dibanding 311.

Wartawan BBC di Roma, Duncan Kennedy, mengatakan meskipun lobi yang dilakukan Berlusconi membawa hasil, kepemimpinannya masih menghadapi tantangan keras dari oposisi.

Demonstrasi

Sementara itu ribuan orang berkumpul di Roma dan kota-kota besar Italia lainnya untuk menuntut perubahan pemerintah.

Polisi menembakkan gas air mata kepada para demonstran di Roma dan terdengar beberapa ledakan yang diperkirakan berasal dari petasan.

Demonstrasi di Roma
Keterangan gambar, Para demonstran melemparkan petasan di depan Colloseum di Roma

Para demonstran melemparkan telur, cat dan batu ke gedung parlemen.

Di ibukota regional Sisilia, Palermo, 500 mahasiswa menduduki landasan utama bandara.

Di Turin, Italia utara, para mahasiswa menduduki stasiun kereta api, sementara di Venesia mereka melancarkan demonstrasi di jembatan Rialto yang terkenal.

Berlusconi dikenal sering memberikan komentar-komentar yang dinilai tidak layak.

Dalam makan malam dengan para anggota parlemen partainya sebelum pemungutan suara ini, suratkabar Corriere della Sera mengutip dirinya mengatakan:"Saya tidak pernah bisa bilang 'tidak' . saya tidak pernah bisa, saya beruntung bahwa tidak ada pria gay yang pernah merayu saya."