Investor Bangladesh mengamuk

Para investor di ibukota Bangladesh, Dhaka mengamuk setelah indeks di bursa anjlok sampai pada tingkat terendah.
Ratusan investor melempar batu ke arah pihak keamanan dan melakukan aksi duduk.
Harga saham di pasar bursa sangat berfluktuasi dengan indeks tinggi pada awal bulan. Sejumlah laporan menyebutkan kepanikan terjadi setelah harga saham anjlok tidak lama setelah perdagangan dibuka hari Minggu (19/12/10).
Indeks DSE (DGEN) turun 552 poin atau 6,72% di akhir perdagangan karena banyaknya investor yang panik menyusul kenaikan suku bunga bank minggu lalu dan serangkaian fluktuasi di pasar.
Kepala polisi setempat Tafazzal Hossain mengatakan paling tidak 500 investor melempar batu ke arah petugas keamanan di dekat Bursa Dhaka dan Kantor Sekuritas.
"Mereka meneriakkan slogan menentang pemerintah dan berpawai melalui jalan sibuk di kawasan komersial Motijheel. Lalu lintas terhenti. Mereka juga melakukan aksi duduk di kantor sekuritas," katanya.
Indeks bursa Bangladesh turun pada posisi 7.654. Indeks sempat mencatat angka tinggi 8.918, 51 pada tanggal 5 Desember, naik sekitar 80% dari indeks awal tahun ini.
Tanggal 8 Desember, indeks saham juga anjlok dan memicu protes dari paling tidak 2.000 investor di Dhaka dan sejumlah kota lain.
Bank sentral Bangladesh meningkatkan suku bunga menjadi enam persen sehingga mengakibatkan berbagai institusi keuangan langsung panik mencari dana.





























