Harga BBM naik hingga 83% di Bolivia

Pemerintah Bolivia mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak hingga lebih dari 70%.
Wakil Presiden Alvaro Garcia Linera mengatakan Bolivia tidak bisa lagi mensubsidi harga ketika bahan bakar dalam jumlah besar-besaran diselundupkan ke negara tetangga.
Linera mengatakan penyelundupan BBM ini dilakukan oleh orang-orang yang ingin mengeruk keuntungan.
"Pemerintah akan menaikkan harga sesuai dengan harga internasional," kata Wapres Linera.
"Negara harus mengeluarkan anggaran US$380 juta per tahun untuk subsidi BBM. Kami tidak akan terus-menerus mensubsidi harga."
Program kompensasi
"Kita membeli BBM dengan harga mahal dan menjualnya dengan murah," kata Linera.
Ia menambahkan keputusan kenaikan harga juga dimaksudkan untuk mendorong perusahaan-perusahaan energi di Bolivia menghasilkan lebih banyak minyak.
Dengan kenaikan ini, harga bensin paling murah akan naik 73% sementara solar naik 83%.
Serikat pekerja transportasi menyerukan aksi mogok tak terbatas mulai Senin (27/12) untuk memprotes keputusan pemerintah.
Harga BBM tidak dinaikkan dalam enam tahun terakhir dan pemerintah mengatakan kenaikan harga BBM akan dikompensasi dengan kenaikan gaji dan pembekuan tarif listrik, gas, dan air.
Para wartawan mengatakan pemberlakukan mekanisme pasar bebas ini akan menjadi ujian berat bagi Evo Morales, presiden dari sayap kiri.





























