Baju kuning Thailand dipenjara

Thailand baju kuning
Telah diterbitkan

Pengadilan Thailand memenjarakan 79 anggota gerakan "baju kuning" karena merebut satu stasiun televisi tahun 2008.

Ini adalah keputusan pengadilan pertama terhadap anggota kelompok yang sempat membuat bandara Bangkok lumpuh selama beberapa hari saat itu.

Insiden ini bertujuan menjatuhkan pemerintah yang dipimpin oleh sekutu pemimpin Thailand yang disingkirkan Thaksin Shinawatra.

Thaksin digeser oleh militer dalam kudeta tahun 2006.

Penghukuman ini terkait dengan insiden tanggal 28 Agustus 2008, ditengah ketegangan antara pemerintah Perdana Menteri Samak Sundaravej dan anggota "baju kuning" pro Aliansi Rakyat bagi Demokrasi, PAD.

Sekelompok pendukung PAD bersenjata menyerbut studio utama stasiun televisi milik pemerintah Thailand, mengancam para pegawai dan memerintahkan mereka untuk tidak menyiarkan siaran berita.

Tidak adil

Pengadilan Pidana Bangkok menghukum para terdakwa dengan penjara antara 12 dan 30 bulan dengan dakwaan menyerbu dan merusak properti. Sementara enam anak di bawah umur dijatuhi hukuman percobaan.

Kelompok "baju kuning" kemudian memblokade gedung kantor perdana menteri dan menduduki dua bandara Bangkok sehingga perjalana udara dari dan ke ibukota lumpuh.

Setahun kemudian, aksi "baju merah", pesaing kelompok ini, melakukan aksi protes di Bangkok.

Para pengunjuk rasa yang menuntut pemerintah Abhisit turun menduduki zona perdagangan Bangkok selama 10 minggu sampai akhirnya tentara turun tangan.

Sembilan puluh orang tewas selama aksi unjuk rasa ini dan sebagian dari mereka adalah warga sipil sementara sejumlah pemimpin "baju merah" masih ditahan.

Penjatuhan hukuman terhadap kelompok "baju kuning" ini bisa mengendorkan ketegangan di Thailand.

Kelompok "baju merah" sebelumnya mengeluh hukum tidak diterapkan secara adil dan mempertanyakan mengapa tidak ada langkah hukum terhadap para pemimpin "baju kuning" yang terlibat dalam blokade di tahun 2008.