Afrika Barat kembali bujuk Gbagbo

Tiga kepala negara Afrika Barat dijadwalkan tiba di Pantai Gading untuk memulai sebuah misi membujuk Presiden Laurent Gbagbo meletakkan jabatannya atau menghadapi kemungkinan aksi militer bersama.
Ini adalah kunjungan kedua Presiden Benin, Tanjung Verde dan Sierra Leone ke negeri yang tengah dilanda krisis politik itu, setelah pekan lalu menggelar perundingan dengan Gbagbo.
Namun, kali ini ketiga kepala negara itu akan didampingi Perdana Menteri Kenya Raila Odinga yang menjadi utusan resmi Uni Afrika.
Sejumlah pengamat berharap kunjungan kedua para kepala negara Afrika Barat ini bisa membujuk Gbagbo untuk menyerahkan kursi presiden kepada saingannya dalam pemilu November lalu, Alassane Ouattara.
Masih kuasai militer

Misi yang dibawa organisasi negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) ini dipastikan kembali menawarkan pilihan pengampunan dan pengasingan bagi Gbagbo jika bersedia menyerahkan kekuasaannya.
Namun, dalam pidato awal tahunnya Gbagbo kembali menegaskan tidak akan menyerahkan kekuasaannya dan bersikukuh bahwa dirinyalah presiden yang resmi memenangkan pemilu.
Gbagbo masih memegang mengontrol televisi negara dan angkatan bersenjata. Namun, Ouattara mendapat dukungan para pemimpin Afrika Barat yang sudah memerintahkan bank sentral Afrika Barat untuk memberikan kuasa bagi Ouattara memegang keuangan negara.
Hasil misi ini akan dilaporkan kepada Ketua ECOWAS, Presiden Goodluck Jonathan dari Nigeria, Selasa (4/1).





























