Berat, rekonstruksi Queensland

Brisbane direndam banjir
Keterangan gambar, Dua pertiga negara bagian Queensland terendam banjir
Telah diterbitkan

Negara bagian Queensland akan menghadapi pekerjaan rekonstruksi "seberat pasca perang dunia", sementara daratan luas masih tergenang air.

Perdana menteri negara bagian, Anna Bligh, mengatakan negara bagian itu sempoyongan akibat bencana alam terburuk dalam sejarahnya.

Terjangan banjir yang keras melanda ibu kota negara bagian, Brisbane, menyebabkan ribuan rumah tenggelam.

Puncak genangan air lebih rendah dari perkiraan tetapi sekitar 30 kawasan pinggir kota tergenang.

Puing-puing yang jumlahnya besar, seperti mobil, perahu dan kapal angkutan, terbawa hanyut dan sebagian membentur jembatan-jembatan.

Seorang pria meninggal ketika tersedot ke dalam aliran drainase dan dua lagi tewas di bagian lain seperti dilaporkan radio Australia, ABC, yang menambahkan jumlah korban jiwa dalam banjir ini menjadi 15 orang. Puluhan lainnya masih hilang.

Puncak banjir

Sungai Brisbane diperkirakan akan terus turun tingkat sekitar 3,2 meter Jumat pagi.

Permukaain sungai itu mencapai puncak 4,46 meter sekitar pukul 05.30 waktu setempat hari Kamis, tak sampai 5,4 meter ketika banjir tahun 1974.

Sebelah barat Brisbane, kota kecil Goondiwindi dinyatakan siaga penuh karena dikhawatirkan Sungai Macintyre yang sedang penuh bisa menggenangi kota itu.

"Queensland sedang sempoyongan pagi ini akibat bencana alam terburuk dalam sejarah negara bagian kita dan mungkin dalam sejarah negara kita," kata Bligh kepada para wartawan.

"We've seen three-quarters of our state having experienced the devastation of raging flood waters and we now face a reconstruction task of post-war proportions."

"Dua pertiga negara bagian kita mengalami kehancuran akibat amuk banjir dan kita sekarang menghadapi pekerjaan pembangunan kembali seberat pasca-perang."