Presiden Tunisia janji tidak mencalonkan diri 2014

Presiden Tunisia sudah mengatakan dia tidak akan mencalonkan diri kembali pada tahun 2014 setelah terjadi demonstrasi meluas yang menelan korban jiwa 23 orang.
Zine al-Abidine Ben Ali mengatakan dia juga memerintahkan polisi agar berhenti melepaskan tembakan perluru tajam ke arah para pengunjuk rasa.
Ben Ali yang memerintah Tunisia sejak tahun 1987 menyampaikan hal ini beberapa jam setelah polisi menembak dengan peluru tajam ke arah demonstran, menewaskan satu orang.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan lebih dari 60 orang tewas dalam kerusuhan sosial yang sudah berjalan empat minggu.
Berbicara dalam pidatonya yang ketiga yang disiarkan secara nasional sejak kekerasan pecah, Ben Ali, 74 tahun, mengatakan "tidak ada presiden seumur hidup" di Tunisia.
Dia mengatakan dia tidak akan berupaya menaikkan batas umur tertua calon presiden dalam konstitusi.
Dia juga memerintahkan menteri dalam negerinya untuk memastikan pasukan tidak lagi menembak para pengunjuk rasa kecuali jika mereka terancam.
"Saya tidak bisa menerima jika darah warga Tunisia tertumpah lagi," kata dia.
Bangsa skeptis
Namun wartawan BBC di Tunisia, Adam Mynott mengatakan Ben Ali yang sebelumnya menyalahkan "teroris" atas terjadinya kerusuhan ini, harus meyakinkan bangsa yang sudah sangat skeptis.

Ketika pidatonya disiarkan, pasukan di jalanan ibukota masih melepaskan tembakan dengan peluru tajam.
Pemimpin kelompok utama oposisi Tunisia, Najib Chebbi, pendiri partai PDP mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pidato ini penting secara politik dan memenuhi harapan masyarakat madani dan oposisi.
Demonstrasi-demonstrasi penuh kekerasan yang meletus di hampir semua kota di seluruh Tunisia, menurut koresponden BBC, menunjukkan ketidaksukaan terhadap pemerintah begitu meluas.
Jadi, menurut Mynott, masih harus dilihat bagaimana masyarakat menanggapi pidatonya.
Presiden juga berjanji akan mengatasi kerisauan utama para demonstran, termasuk harga makanan yang naik empat kali lipat dalam beberapa minggu terakhir.
Demonstrasi ini awalnya soal pengangguran dan harga makanan, tetapi kemudian berubah menjadi kemarahan rakyat terhadap presiden dan kalangan elit yang dianggap korup.
Ben Ali adalah presiden kedua di Tunisia sejak negara ini merdeka dari Prancis tahun 1956.
Dia berkuasa sejak tahun 1987 dan terakhir kali terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun tahun 2009 lalu dengan memperoleh 89,62 persen suara.





























