BP dan Rusia teken kontrak minyak Arktika

BP dan Rosneft
Keterangan gambar, BP dan Rosneft teken kerjasama eksplorasi kawasan Arktika
Telah diterbitkan

Perusahaan energi BP menyepakati kerjasama dengan perusahaan Rusia Rosneft untuk melakukan ekplorasi minyak dan gas di kawasan landas Arktika yang dikuasai Rusia.

Kawasan Arktika adalah salah satu bagian dunia yang belum banyak diekplorasi dan diduga mempunyai potensi minyak dan gas dalam skala besar.

Kedua perusahaan menyebut kerjasama ini sebagai aliansi global strategis dimana Rosneft akan mendapat 5% saham BP sedangkan BP akan mendapat 9,5% saham Rosneft.

Ini merupakan perjanjian pertama yang ditandatangani BP sejak perusahaan itu mengalami kerugian miliaran dollar akibat ledakan anjungan Deepwater Horizon di Teluk Meksiko.

"Para eksekutif BP melihat kontrak ini sebagai berita positif pertama sejak bencana tumpahan minyak di Teluk Meksiko April lalu," kata editor bisnis BBC Robert Peston.

Peston mengatakan perjanjian ini kontroversial karena Rusia dipandang sebagai negara yang kurang transparan dan tidak stabil sebagai tempat berbisnis.

Sementara itu organisasi lingkungan Greenpeace menuduh BP melakukan eksplorasi di kawasan Arktika dengan melewati pintu belakang, dan menyebut perusahaan itu belum belajar dari bencana lingkungan yang menimpa Teluk Meksiko tahun lalu.

Perjanjian unik

Pelikan di Arktika
Keterangan gambar, Greenpeace mencemaskan dampak lingkungan dari kerjasama BP-Rosneft

"Perjanjian unik ini menggarisbawahi hubungan jangka panjang, strategi dan mendalam antara kami dengan negara produsen hidrokarbon terbesar di dunia," kata direktur eksekutif BP, Bob Dudley.

Dudley adalah mantan direktur eksekutif perusahaan patungan BP dengan Rusia, TNK-BP, yang pada tahun 2008 dipaksa meninggalkan negara itu karena cekcok dengan para pemegang saham.

Dia mengatakan perjanjian bersejarah ini akan meningkatkan menciptakan nilai tambah dan memenuhi kebutuhan energi dunia.

Kedua perusahaan akan melakukan eksplorasi di tiga zone yang disebut EPNZ 1,2 dan 3 di landas benua Arktika yang dikuasai Rusia.

Daerah ekplorasi ini terletakdi Laut Kara Selatan seluas 125.000 kilometer persegi.

"Proyek ini unik dari segi kompleksitas maupun skalanya bagi Rusia maupun industri minyak dan gas dunia. Kami melihatnya sebagai langkah berikutnya dalam mengembangkan hubungan kami dengan BP," kata Presiden Rosneft Eduard Khudainatov.

BP dan Rosneft juga sepakat untuk membentuk pusat teknologi Arktika di Rusia yang akan mengembangkan teknologi ekstraksi hidrokarbon di landas Arktika.

Menteri energi Inggris Chris Huhne menyebut perjanjian ini sebagai perkembangan bersejarah, akan tetapi seorang anggota Kongres Amerika meminta agar perjanjian ini ditinjau oleh para regulator.

Permintaan ini disampaikan oleh Edward Markey, anggota Kongres dari Partai Demokrat yang duduk di Komisi Sumber Daya Alam.