Tekanan dalam pemilu Haiti

AS dan PBB meminta agar kandidat presiden yang didukung oleh pemerintah tidak mengikuti pemilihan presiden putaran kedua di Haiti
Mereka mendukung rekomendasi dari Organisasi negara-negara Amerika menyebutkan agar Jude Celestin, digantikan oleh penyanyi Michel Martelly.
Para pengamat mengatakan pemilu pada November lalu dinodai oleh kecurangan.
Pendukung Martelly melakukan demonstrasi yang diwarnai tindakan kekerasan ketika diumumkan Celestin didukung oleh Presiden Rene Preval, berada di urutan kedua dalam perolehan suara setelah mantan ibu negara Mirlande Manigat.
Pemilihan presiden ditunda ditengah meningkatnya tekanan internasional kepada Celestin untuk mundur dari pemilihan presiden.
"Seharusnya Badan Pemilihan umum Haiti CEP memutuskan yang lain, Haiti akan menghadapi krisis konstitusional, dengan kemungkinan berkembangnya kerusuhan dan gangguan keamanan," kata Kepala pasukan perdamaian PBB Alain Le Roy.
Le Roy mengatakan komisi pemilihan umum akan mengumumkan hasil definitif pada akhir bulan ini dan akan menggelar pemungutan suara pada pertengahan Februari.
Duta besar AS di PBB, Susan Rice, mengatakan pertemuan dewan keamanan PBB: "Merupakan dukungan dari komunitas Internasional, termasuk AS, menghendaki proses yang dapat dipercaya, dan pemilihan itu merupakan representasi warga Haiti."
Pasukan perdamaian PBB berjumlah 12.000 di negara yang pernah diguncang gempa besar pada 12 Januari 2010.
Ketidakpastian politik dapat terjadi dengan kembalinya mantan pemimpin Haiti Jean-Claude Duvalier.
Duvalier, yang dikenal sebagai "Baby Doc", tiba pada hari Minggu ( 16/01) bertepatan dengan jadwal pelaksanaan pemilihan presiden putaran kedua, untuk memilih pengganti Presiden Rene Preval.
Setelah tiba di negaranya dari pengasingannya, mantan Presiden Haiti, Jean-Claude Duvalier, dituntut oleh sejumlah warga Haiti yang menjadi korban kejahatan kemanusiaan selama dia memerintah negara tersebut.
Seorang pengacara telah ditunjuk oleh warga yang pernah dipenjara dan diasingkan ketika Duvalier memerintah.
Dalam persidangan nanti mereka akan didampingi oleh pengacara yang juga mantan juru bicara PBB, Michele Montas.
Pria berusia 59 tahun ini selama memerintah Haiti mengandalkan milisi pribadinya yang dikenal dengan sebutan Tontons Macoutes untuk mengontrol Haiti dari aksi para penentangnya.
Milisi ini mengontrol lewat aksi kekerasan dan tindakan represif lainnya.
Duvalier kemudian dijatuhkan pada tahun 1986 lewat penolakan warga yang terus meluas dan tekanan politik yang kuat dari Amerika.





























