Belanda bekukan hubungan dengan Iran

Sumber gambar, BBC World Service
Pemerintah Belanda membekukan semua hubungan dengan Iran sebagai protes atas hukuman mati terhadap warga Belanda keturunan Iran.
Sahra Bahrami, 46 tahun, dihukum mati oleh otoritas hukum Iran hari Sabtu (29/1) lalu karena terbukti menyelundupkan obat-obatan terlarang.
Menteri Luar Negeri Belanda menyebut hukuman mati ini sebagai "aksi biadab ala rezim barbar".
Keluarga Sahra juga menyalahkan Teheran sengaja merekayasa kasus ini karena putrinya dianggap terlibat dalam aksi protes terhadap pemerintah Iran, dua tahun silam.
Sebelum dihukum mati, Sahra ditahan sejak setahun lalu setelah diketahui ikut berunjuk rasa, padahal keberadaannya di Iran disebut sebagai kunjungan wisata.
Otoritas hukum Iran menyebutkan saat menggeledah kediamannya, mereka menemukan sekitar 4, 5 kilogram kokain dan 4, 2 kilogram opium.
Larangan ke Iran
Sebagai reaksi atas hukuman mati itu, Kementerian Luar Negeri Belanda mengumumkan bahwa mereka membekukan semua hubungan dengan Iran sejak hari Sabtu (29/1).
"Pembekuan ini berlaku untuk semua kontak mulai diplomatik sampai kepentingan pelayanan sipil," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Belanda Bengt van Loosdrecht kepada Kantor Berita AFP.
Semua rencana pertemuan dan kontak dengan Iran juga harus ditinjau ulang.
Pemerintah Belanda juga melarang warganya pergi ke Iran.





























