Presiden Yaman janjikan sistem parlementer

Presiden Ali Abdullah Saleh
Keterangan gambar, Presiden Ali Abdullah Saleh berjanji mengubah sistem pemernitahan di Yaman
Telah diterbitkan

Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mengumumkan rencana untuk mengubah konstitusi menjadi sistem pemerintahan parlementer.

Dalam pidato di televisi nasional, dia mengatakan referendum akan dilaksanakan tahun ini termasuk mengenai undang-undang pemilihan umum.

Janji itu disampaikan setelah berminggu-minggu aksi protes terhadap 32 tahun kekuasaannya yang menewaskan 30 orang.

Dua orang tewas dalam insiden terbaru hari Rabu dan aksi massa baru direncanakan hari Jumat.

Para pemrotes menolak janjinya untuk tidak mengikuti pemilihan presiden saat berakhir masa jabatannya tahun 2013.

Janji baru

Siaran televisi nasional mengganti acara rutinnya dengan pidato Saleh kepada massa pendukungnya di ibu kota Sanaa.

Presiden Saleh mengatakan reformasi berarti "pemerintah yang dipilih parlemen akan mengendalikan kekuasaan eksekutif".

Dia juga mengumumkan kebijakan untuk mempercepat desentralisasi kekuasaan.

Republik Yaman dibentuk dengan penggabungan Yaman Utara dan Selatan tahun 1990.

Saleh memimpin Republik Arab Yaman di bagian utara Yaman sekarang sejak tahun 1978 ketika dia berkuasa melalui kudeta militer.

Pemilihan presiden secara langsung di Yaman dimulai pada tahun 1999.

Yaman merupakan salah satu negara di Afrika Utara dan kawasan Timur Tengah yang dilanda kerusuhan sejak Presiden Mesir dan Tunisia digulingkan revolusi rakyat.

Ribuan orang berdemonstrasi di Sanaa mengecam korupsi dan pengangguran serta menuntut presiden mengundurkan diri.

Para pengunjuk rasa dihadapi polisi anti huru hara atau pendukung Presiden Saleh yang bersenjata pisau dan pentungan.