Siaga akibat reaktor nuklir Jepang

Terbaru  14 Maret 2011 - 15:50 GMT

Para teknisi masih berjuang menstabilkan reaktor ketiga di satu reaktor nuklir Jepang yang sudah dua kali meledak dalam tiga hari.

Pengelola reaktor Fukushima Daiichi telah memompa kembali air laut ke dalam reaktor 2 setelah satu sistem pendingin rusak.

Mereka memperingatkan kemungkinan terjadi pelelehan ketika batangan bahan bakar terekspos karena pompa berhenti bekerja akibat kehabisan bahan bakar.

Kerusakan satu sistem pendingin terjadi sebelum ledakan di reaktor 3 pada hari Senin (14/03) dan di reaktor 1 pada hari Sabtu (12/03).

Ledakan hidrogen paling akhir itu melukai 11 orang, dan satu luka parah. Ledakan itu terasa hingga ke wilayah berjarak 40km dan menyebabkan gumpalan asap tebal ke udara.

Gedung bagian luar reaktor hampir seluruhnya hancur.

Akan tetapi seperti halnya ledakan pertama, Perusahaan Listrik Tokyo, Tepco, mengatakan dinding tebal yang mengelilingi inti reaktor masih kukuh. Disebutkan pula bahwa tingkat radiasi di luar masih dalam batas aman yang ditetapkan.

Evakuasi massal

Sesaat setelah ledakan ini, Tepco memperingatkan sudah tidak mampu lagi mendinginkan reaktor 2 di Fukushima Daiichi.

Beberapa jam kemudian, perusahaan ini mengemukakan bahwa batangan bahan bakar di dalam reaktor sempat terekspos diperkirakan sekitar dua setengah jam. Perusahaan ini juga menambahkan bahwa pompa yang dipakai untuk memompa air laut ke reaktor sudah kehabisan bahan bakar.

Krisis reaktor nuklir Jepang

Krisis reaktor nuklir Jepang karena gempa dan tsunami terus terjadi.

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Tukar format AV

Perusahaan ini sekarang mencoba memompa air laut ke dalam reaktor untuk menutup batangan bahan bakar, mendinginkannya dan mencegah ledakan.

Pada awalnya, tingkat air terus turun meski air laut terus dipompa karena hanya satu pompa yang bekerja. Empat pompa yang tersedia diperkirakan rusak akibat ledakan di reaktor 3.

Namun kantor berita Kyodo melaporkan pada hari Senin malam, tingkat permukaan air di dalam reaktor sudah mencapai 2m.

Jika terkespos terlalu lama, batangan bahan bakar bisa rusak dan menambah resiko terlalu panas dan kemudian meleleh.

Badan Keamanan Nuklir dan Industri Jepang mengatakan para pekerja juga berusaha mengatasi tekanan yang terus naik di dalam reaktor. Mereka telah membuka saluran udara di tabung penyimpanan yang bisa mendorong pelepasan sejumlah kecil radiasi.

Menteri Kabinet Yukio Edano mengatakan langkah-langkah darurat untuk mendinginkan reaktor 2 ini diharapkan bisa menstabilkan situasi, dan radiasi di sekitar reaktor masih tetap dalam tingkat yang bisa diterima.

Meski demikian puluhan ribu warga diungsikan dari zona radius 20km dari reaktor itu.

Amerika Serikat mengatakan telah memindahkan satu kapal induk dari wilayah itu setelah mendeteksi radiasi tingkat rendah sekitar 160 km dari pantai.

Para pakar mengatakan kecil kemungkinan terjadi bencana dengan skala Chernobyl di tahun 1980-an karena reaktor-reaktor di Jepang ini dibangun dengan standar tinggi dan memiliki langkah-langkah pengamanan yang lebih teliti.

Link terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.