Renault minta maaf ke bekas eksekutif

Sumber gambar, AFP
Produsen mobil Renault meminta maaf kepada para eksekutif yang dipecat atas tuduhan spionase industri setelah polisi tidak menemukan bukti.
Ketiga orang eksekutif dipecat bulan Januari di tengah tuduhan bahwa mereka ikut menyerahkan rahasia Renault ke pihak ketiga.
Polisi menyelidiki tuduhan rekening-rekening bank Swiss yang terkait dengan para eksekutif.
Masalah kemudian menyebabkan Renault mendapat malu.
Renault kini yakin perusahaan itu mungkin telah dikecoh agar menyangka para eksekutif tadi telah membocorkan informasi.
Setelah rapat dewan direksi hari Senin (14/3), Renault mengeluarkan pernyataan bahwa ketiga orang tersebut telah ''keliru dituduh''.
Carlos Ghosn, chief executive Renault dan Nissan, mengatakan dia akan menemui para eksekutif yang dipecat secepat-cepatnya dan ''memberikan ganti rugi'' setelah ada laporan bahwa sumber tuduhan spionase itu mungkin penipu.
Kasus yang dihadapi ketiga eksekutif mulai terungkap pekan lalu ketika beberapa medis Perancis melaporkan polisi tidak menemukan bukti.
Orang-orang tersebut membantah keras mereka melakukan pelanggaran.
Renault semula memecat mereka setelah menyatakan teknologi rahasia mobil ''hijau'' perusahaan tersebut baru telah dibeberkan ke sebuah perusahaan atau negara asing.
Beberapa laporan menyebut-nyebut sebuah perusahaan Cina terlibat dan Cina berekasi penuh kemarahan atas laporan-laporan tadi.





























